18 th, umur kedewasaan?

6:22 PM 0 Comments A+ a-

Tidak kusangka, secepat ini waktu merenggut hari-hariku. Argh, kalau menengok kebelakang, apa yang sudah aku perbuat? karya? ah, nulis cerpen baru beberapa, itupun belum selesai. Prestasi? boro-boro deh, paling menang lomba juga dulu jaman SD, lomba CCA sama lomba mewarnai. Aih aku merasa malu dengan umurku. Hey, sekarang aku genap berusia 18 tahun, persis di tanggal ini (entah jam berapa) aku dilahirkan. So?

Apa sih yang perlu dibanggakan dengan ulang tahun? Bukankah ketika ulang tahun kita harusnya nyadar, jatah hidup kita BERKURANG, lalu kenapa mesti dirayakan? pertanyaan pertama. Lalu yang kedua, kebanyakan orang menganggap bahwa 18 tahun itu umur dimana seseorang sudah seharusnya bersikap dewasa (bukti :kebanyakan film dewasa bertuliskan untuk 18 tahun keatas, right?). Nah, pertanyaannya, kalau umurku sudah 18, lalu apa? Apa yang seharusnya aku lakukan?
Aku akui aku tak cukup dewasa untuk mengerti sekarang. Sedang dalam proses menuju kedewasaan. Huft. Padahal dulu, waktu kecil, ngeliat mbak-mbak yang udah gede gitu, sempat ngerasa gimana sih rasanya jadi mereka? ngeliat mbak-mbak kuliahan. Ya ampuun, aku baru nyadar aku mau wisuda melepas jabatan sebagai pelajar SMA daannn....
Dan tinggal menunggu waktu untuk menuju gerbang perkuliahan, tentunya dengan izin Allah (atas kehendakNya).

Kalau dalam sosiologi *ceile, ilmumya keluar ni, orang dewasa itu memasuki tahap generalized other , tahap dimana seseorang sudah mengetahui perannya di suatu masyarakat. Peranku??
Hmm..aku nggak mau berlama-lama bersikap stagnan atau mundur. Ini saatnya aku mengambil sikap dan punya karakter kuat. Setidaknya, ada tiga Brand yang akan/ingin Insya Allah aku bangun yaitu Percaya Diri, Tangguh, Berani. Yeah, Hanif wanna be!
Visi ku adalah jadi orang yang bermanfaat untuk sesama karena dengan itu aku merasa berarti buat orang lain. Bagiku, itu salah satu cabang bentuk kebahagiaan (bahagia yang utama adalah ketika berjumpa dengan Allah SWT)

Passion? nah itu yang sekarang jadi perdebatan dalam benakku. Karena aku punya ketertarikan yang cukup banyak, belum paham betul fokusku dalam bidang apa? Aku suka menulis, yeah berangkat dari hobi membaca yang sudah mendarah daging aku dulu sempat bermimpi untuk menjadi seorang penulis sekaliber Helvy Tiana Rosa. Dan, sekarang keinginan itu masih ada walau persentase ketertarikannya menurun seiring dengan trend entrepreneurship dewasa ini. Kira-kira mulai setengah tahun yang lalu, berawal dari seminar-seminar tentang bisnis, lalu dari situ aku mulai baca-baca buku-buku tentang bisnis: mulai dari buku karyanya Robert Kiyosaki, Tung desem Waringin, banyak deh. Ketertarikanku tentang bisnis semakin membuncah dan akhirnya kemarin aku memutuskan bergabung dengan grup Tangan Di Atas. Entah karena masih labil atau gimana, tetapi aku udah terlanjur nggak bisah pisah sama segala hal yang berbau "entrepreneurship".
o ya say thanks untuk sahabat-sahabatku dalam bingkai ukhuwah, Asri, Iva, Rohmah, Shofi, Mbak Fit, Mbak Alfi. makasih buat kado bukunya :D. i love u all because of Allah. Kalian bikin aku merasa berarti. Membuatku lebih bersyukur karena di ultahku yang ke-18 ini, Allah memberku karunia ukhuwah yg begitu indaaaah..