Jumat Mubarok

07.42 0 Comments A+ a-

Alhamdulilah, suatu kata yang hari ini tak hentinya ku lantunkan. Yeah, masih ku ingat, hari-hari menjelang UN, terasa berat. Hampir setiap hari selama sekian jam aku menghadap layar monitor untuk belajar. Komputer adalah sarana penting yang ku andalkan untuk menghadapi ujian nasional. Tak ada les privat, bimbingan belajar ataupun buku Detik-detik (yang hampir semua temanku punya). Hanya komputer plus jaringan internet dan yang paling penting juga keyakinan bahwa Allah akan menolongku. Aku bertekad pada diri sendiri saat itu, oke, aku nggak ikut bimbel/les privat seperti teman-teman yg lain, tapi akan aku buktikan, bahwa aku juga bisa meraih hasil UN dengan memuaskan (dengan rahmat Allah tentunya). 

Waktu berjalan, tiba di hari penentuan, entah mengapa saat itu aku merasa santai sekali. Biasa saja, tidak panik seperti dulu ketika menghadapi ujian nasional SMP. Sumpah deh, aku merasa hari itu aku sekolah biasa. Hari pertama adalah Bahasa Indonesia, aku inget banget karena pada saat itu aku melakukan suatu kekonyolan, jadi, saat sepulang sekolah sekitar jam 2 aku menyadari bahwa aku salah tulis pada kolom nama sekolah. Ya Allah, kenapa aku bisa sebego ini? pikirku kala itu. Aku bingung harus bagaimana? itu sudah jam 2 dan ujian sudah berlalu sekitar 3 jam yang lalu, kalau minta mengkoreksi ulang, bisakah? Duh Allah, bagaimana ini? Langsung saja panik stadium 3. Namun sebisa mungkin ku kuasai diri, kulirik orangtua ku yang kala itu sedang tidur siang. Pikirku, mending jangan sekarang memberitahu orangtua karena pasti nanti kena marah. Lalu, seketika aku inget wali kelasku, Bu Luci, lalu menelpon beliau. Alhamdulillah punya wali kelas yang pengertian seperti beliau, dia tidak terlalu banyak bertanya, kok bisa? tetapi beliau malah menenangkanku dan kasih support. Alhamdulillah walau pikiran negatif -takut nilai bahasa indonesia gak keluar- terus membayang, namun aku paksakan untuk tenang dan belajar mata pelajaran di hari berikutnya.

Waktu berlalu, setelah ujian nasional, entah mengapa aku tak banyak berharap dan sama sekali tak bergairah untuk membahas Hasil Ujian Nasional. Aku mengamati daftar jurusan yang aku pilih. Hampir semua pilihan jurusan adalah kependidikan. Aku berkata pada diri sendiri, "AKU SIAP DENGAN KEMUNGKINAN TERBURUK, ALLAH, Aku akan tawakal padaMu, apapun nanti hasilnya. Huft. Aku mengalihkan perhatianku dengan topik yang lain yang nggak ada hubungannya sama ujian nasional. Aku ikut event-event TDA dan KPP, aku bergabung dengan grup ManJADDA, belajar tentang kepenulisan dan atau bisnis. Huft.

Hari ini adalah pengumuman hasil UN, dan hasilnyaa.......



hehe..ini foto asli hlo, dari web sekolah.

Alhamdulillah, rata-rata semuanya, nilai UNAS + Nilai sekolah adalah 9. :D
Alhamdulillah, betapa Allah sayang terhadap hambaNya yang ceroboh ini :p