Menjemput cintanya (part 3)

21.21 0 Comments A+ a-


Sebuah pesan singkat mampir ke handphone ku. Kulirik sekilas, oh dari Ridwan:

Akhi, ada kajian tentang nikah muda, pembicaranya Salim A. Fillah. Gratis hlo. Tanggal 9 Juni di masjid Kampus UGM jam 9. Datang yuk!

Idih, ni anak getol banget sih, kalo ada kajian kayak gini, haduwh. Huft. Menghela nafas sejenak, lalu kubalas smsnya:

Insyaallah, tapi antum jemput ane ya. Tak tunggu, jam setengah 8 dah nyampe rumahku hlo. Be ontime!

Setelah selesai mengirim sms, aku langsung menghampiri ranjangku, bersiap untuk tidur. Ah, hari ini benar-benar melelahkan. Sedari tadi aku dan keluargaku sedang sibuk berdiskusi merencakan bisnis. Bisnis teh daun sukun. Alhamdulillah beberapa hari yang lalu proposal bisnis yang saya ajukan ke Dikti melalui PKM, diterima. Dan, hasilnya luar biasa, uang sebanyak sepuluh juta dihibahkan kepada kami untuk merintis usaha.

***

Sebuah motor vixion berwarna merah berhenti tepat di depan rumahku. Seorang pemuda yang mengendarai motor itu turun sambil melepas helmnya. Pasti, dia Ridwan. Begitu fikirku, dan benar saja, dia akhi Ridwan.
Ridwan masuk ke dalam rumahku sambil mengucapkan salam. Aku menjawab salam dan menyambutnya. Lalu mempersilahkan dia duduk di ruang tamu. Ridwan memakai baju koko berwarna putih, baju favoritnya dia, dia sering sekali memakai baju itu tiap ada kajian. Celana panjang berwarna hitam turut melengkapi gaya berpakaiannya. Tetapi aduh…masak bawahannya sandal jepit sih?? Sendal jepit merek swallow yang benar-menar sudah lusuh! Apa-apaan?

“Ya ampun akhi, plis deh. Perhatikan penampilan, donk! Motor udah keren, baju oke, kenapa mesti bawahannya sandal jepit?? Nggak ada yang lain apa?

“Ih, ni ikhwan cerewet banget sih! Ini namanya zuhud akhi!

“Oh, yang zuhud cuma sandalnya doank ya? Motor, gadget tetep mewah?

“Kan zuhud-nya masih dalam proses. Awalnya sandalnya dulu, nanti baru merambah ke yang lain” kata Ridwan ngeles.

“Alesan! Sahutku ketus.

“Udah buruan pamit sana sama ortumu, aku tunggu di sini” Ucap Ridwan mengalihkan pembicaraan.

“Ih, ngapain buru-buru sih. Baru juga jam setengah delapan. Acaranya kan mulai jam sembilan. Lagian jarak rumah ini, gejayan ke masjid kampus UGM kan nggak nyampe setengah jam.

“Huh. Siapa yang kemaren sms suruh datang jam setengah delapan. Hah? “suara sedikit membentak, matanya melotot menatapku.

“Sabar akhi, sabar. Rasulullah sering bilang kan, La taghdab wa lakal jannah, jangan marah, maka kamu akan masuk surga. Hehe, sabar akhi.” Kataku sambil meringis. Habis antum kalau ada janjian suka nelat sih. Nggak ontime!’’ tambahku lagi membela diri.

“Iya, itu kan masa lalu, sewaktu jam tanganku masih rusak. Maklum kalau nggak ada jam tangan, jadi ngerasa bebas, nggak terikat waktu. Btw, sekarang udah bener nih jamku, kemarin baru aja aku bengkelin. nih liat! Seraya memamerkan jam tangannya.

Aku menatapnya sekilas. “Oke-oke, berangkat sekarang yok. Toh kalau nanti kita sudah sampai disana tetapi acaranya belum dimulai. Kita bisa shalat dhuha dulu”. Aku mengangkat alis, menatapnya. Ridwan manggut-manggut. “Aku pamit ibuku dulu” ucapku kemudian sambil berjalan masuk ke dapur.

Setelah pamit dan mengambil helm di garasi, aku dan Ridwan beranjak pergi menuju masjid kampus UGM. Motor yang kami tumpangi pun melaju ikut memadati jalan raya

bersambung....

***

Intermezzo. sekilas Iklan. hehe. Ini bisnis yang tengah dirintis saudara sepupu saya, mas Tono. Bisnis teh daun sukun. Untuk teman-teman pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang teh daun sukun ini, bisa klik website ini. dan order bisa melalui saya: Hanifah 085743018445

Khasiat daun sukun sangat efektif dapat membantu penyembuhan macam-macam penyakit seperti penyakit jantung, ginjal, kolesterol, liver, hepatitis serta diabetes. Kini semua khasiat yang ada dalam daun sukun dapat Anda peroleh dengan mengkonsumsi Teh Daun Sukun Laasyaka.