Rahasia si Bejo (part 1)

6:44 AM 0 Comments A+ a-



Pernah dengar peribahasa jawa yang berbunyi “wong pinter kalah karo wong bejo”? Peribahasa tersebut sudah lazim diucapkan oleh masyarakat kita. Peribahasa yang mempunyai orang pintar kalah sukses dengan orang yang beruntung. Meminjam dari peribahasa itu hari ini ijinkan saya bercerita tentang seorang teman utopis saya…

Anak bertubuh gendut itu kerapkali dipanggil teman-temannya si Bejo. Itu bukan nama asli, kawan, bukan! Nama aslinya Giant. Tetapi karena dia selalu beruntung, orang-orang yang mengenalnya memanggil dia Bejo. Entahlah, begitu berita yang kudengar.

Di umurnya yang masih belia, sepuluh tahun, Bejo sudah masuk ke dapur rekaman. Video si Bejo ketika mengamen di pertigaan jalan itu direkam oleh salah seorang dan dimasukkan ke youtube. Aku tak tahu pasti siapa yang merekam video tersebut tetapi yang pasti terjadi setelah itu adalah hebohnya video tersebut di berbagai media tanah air.

Video yang berjudul “Bejo pengamen jalanan” itu menyita banyak perhatian. Awalnya angka kunjungan video tersebut  di youtube hanya berkisar 50 orang. Namun dari hari ke hari angka itu melesat bak anak panah menjadi empat juta orang! Wow, angka yang fantastis! Tak pelak ia menjadi tenar sekarang. Hampir sejajar dengan para artis. 

Keberuntungan bejo berlanjut dengan sering dimintanya ia menyanyi dibeberapa stasiun TV ,mengisi acara-acara music di stasiun TV tersebut. Seorang professional dalam blantika musik yang tertarik dengan suara emas Bejo membuatkan bejo sebuah single album yang bertajuk “Mujur”. Single ini berhasil dirilis tahun 2012 yang lalu dan mendapat respon positif dari masyarakat.

Jika kita memutar waktu disaat Bejo masih berumur tujuh tahun, kehidupan Bejo amat bertolak belakang dengan sekarang. Kontras! Bejo dulunya adalah seorang anak jalanan. Menghabiskan waktu bersama anak jalanan lain dengan mengamen di pertigaan jalan. Jangan ditanya apa ia bersekolah! Untuk biaya hidup terutama untuk makan saja, ia harus rela berbagi sepiring nasi berdua dengan ibunya. Ia anak tunggal. Ayahnya pergi entah kemana, meninggalkan sang istri bersama buah hati. 

Tetapi itu masa lalunya. Lihatlah ia sekarang. Hampir setiap hari, di radio-radio mendendangkan mp3 lagunya. Suara emasnya mengalun merdu disana. 

 Bersambung...