Antara Keadilan dan Kesetaraan

05.03 0 Comments A+ a-

Ada seorang ibu yang memberikan uang saku kepada kedua anaknya (Si sulung yang menempuh studi kuliah dan si bungsu yang duduk di bangku sekolah dasar kelas 1) dengan nominal uang saku yang berjumlah sama. Apakah itu adil? padahal nominalnya sama rata alias setara, apakah itu adil?

Jelas tidak. Itu bukan keadilan karena menempatkan sesuatu tidak sesuai dengan porsinya. Si sulung berhak mendapatkan jatah uang saku lebih karena kebutuhannya jauh lebih banyak daripada si bungsu (untuk membayar SPP tiap semester yang jumlah uangnya lebih tinggi daripada SPP anak sekolahan, untuk administrasi nge-print makalah, dsb). Jadi, seharusnya Si Sulung mendapatkan jumlah nominal uang saku yang lebih.

Jika keadilan bukanlah kesetaraan atau persamaan dalam segala hal, apakah emansipasi wanita yang digaungkan oleh kaum feminis bisa dibenarkan?

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa 34)

Lelaki menjadi pemimpin kaum wanita karena memang fitrahnya seperti itu, bahwa Allah telah melebihkan sesuatu kepada kaum lelaki di atas para wanita. Ini bukan berarti bahwa lelaki lebih mulia dari wanita, tidak! Karena kemuliaan seseorang dihadapan Allah itu adalah karena keimanan dan ketaqwaannya. Jadi siapa yang lebih mulia, kaum lelaki atau kaum wanita? ya itu tergantung individunya, bagaimana ketaqwaan masing-masing dari lelaki ataupun wanita itu.

Lalu timbul pertanyaan, kenapa laki-laki dan wanita memiliki peran yang berbeda? Kenapa lelaki yang terpilih menjadi pemimpin bagi kaum wanita? Ya karena kelebihan yang dianugerahkan Allah itu tadi kepada kaum lelaki. Fungsinya untuk melindungi kaum wanita. Kaum lelaki yang sudah berkeluarga juga berkewajiban untuk menafkahkan harta mereka kepada istri dan anak-anaknya. Tetapi jika istri bekerja membantu suami, maka gaji yang diperoleh sang istri seratus persen menjadi milik istri dan tidak punya kewajiban untuk dinafkahkan kepada keluarganya kecuali jika memang sang istri ingin membagi rezeki yang diperolehnya kepada keluarganya.

Toh, ada pepatah yang mengatakan "dibalik kesuksesan seorang lelaki, ada wanta hebat dibelakangnya". Ini menyiratkan bahwa meski peran wanita tidak terlalu mencolok karena dibawah kepemimpinan kaum lelaki, namun perannya begitu besar. Peran wanita adalah menjadi pendamping setia bagi lelakinya dan memberi motivasi positif supaya bersemangat menggapai kesuksesan pula menjadi penghibur disaat-saat terpuruk dalam hidupnya.

Laki-laki dan wanita itu memiliki perbedaan peran dan karakteristik untuk saling melengkapi satu sama lain. Itulah indahnya perbedaan. Kalau semua diciptakan sama oleh Allah SWT, bagaimana kita bisa menikmati indahnya beragam warna kehidupan?

Lalu, masihkah kita menuntut kesetaraan gender?

Dalam islam, keadilan bukanlah persamaan dalam segala hal namun keadilan adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya atau mengganjar sesuatu sesuai dengan haknya. Itulah keadilan yang hakiki.