La tahzan

23.38 0 Comments A+ a-



إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah ayat 62)

Bagi orang yang beriman, nggak ada sesuatu yang lebih dirindukan selain dari memperoleh keridhaan Allah dan dicintai oleh-Nya. Selayaknya pula berusaha dengan berbagai cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dari ayat ini penulis menjadi merasa bersalah sendiri apalagi sama Allah Swt karena terkadang menganggap amanah dakwah dan menjalankan syariat islam secara utuh itu sebagai beban. Padahal dalam ayat ini Allah berfirman bahwa mukmin sejati itu tidak ada rasa takut dalam diri mereka kecuali kepada Rabb-nya pula tidak merasa bersedih hati dengan ketetapan Rabb-nya.
Ayo perbaiki diri, be positif, islam itu memudahkan kok, amanah dakwah itu bukan beban yang berat justru itu adalah sarana untuk mendapat naungan rahmat-Nya. Ujian itu justru menunjukkan kalau Allah sayang terhadapmu, Allah ingin menempamu menjadi lebih kuat, lebih tangguh dengan berbagai cobaan-Nya. Dan karena Allah percaya kau mampu mengatasi ujian ini.

SMA N 9 kA #Semangat perbaikan karena Allah ^.^

AsbabunNuzul dari surat Al-Baqarah ayat 62 ini adalah;
Menurut dari Al-Wahidi dari Mujahid, ayat ini berkaitan dengan Salman Al-farisi ketika dia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang nasib sahabat-sahabatnya yang meninggal sebelum islam datang. Rasulullah saw. menjelaskan kepadanya tentang cara shalat dan ibadah mereka. Lalu, Rasulullah saw. Bersabda bahwa mereka akan dimasukkan ke neraka. Maka dari itu, Salman berputus asa,”Sungguh, Bumi telah kiamat,” atau “seolah-olah gunung menimpa kepalaku.”
Kemudian, turunlah ayat ini sehingga Salman bersenang hati dan berkata,”seakan anugerah besar dilimpahkan kepadaku.(Lubābun nuqūl: 9)

Mengenai Salman Al-Farisi, sudah pada tau kan kisahnya?
Singkat cerita, Salman adalah seorang anak dari pemuka kaum majusi(penyembah api), ia diperintahkan ayahnya untuk menjaga api supaya tidak padam. Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang alim yang baik, ia berguru kepadanya sampai ia meninggal. Gurunya mewasiatkan ia untuk mengunjungi suatu tempat untuk berguru kepada alim yang lain yang masih hidup. tak hanya satu guru lebih dari satu, bahkan tempat antara satu guru dengan yang lain berbeda dan jaraknya cukup jauh, namun Salman pantang menyerah untuk mencari kebenaran. Hingga akhirnya guru terakhirnya mewasiatkan ia bahwa akan ada nabi terakhir dari makkah yang hijrah ke madinah. Lalu ia bergegas menuju ke madinah, dan pada akhirnya bertemu dengan Rasulullah setelah melalui perjalanan hidup yang panjang.