Mutiara Quran : Semangat karena Allah

6:18 AM 0 Comments A+ a-

Salah satu nikmat adanya halaqoh adalah penjagaan ruhiyah. Alhamdulillah banget bisa "kejebak" di dalam lingkaran ini. Merasakan indahnya ukhuwah di dalam lingkuangan jama'ah. Iya, masih banyak yang perlu dimuhasabahi, banyak yang perlu dikoreksi, tetapi dengan keberadaan saudari-saudari ku seperti mereka membuatku percaya bahwa masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, pula membuatku merasa bahwa aku tak sendiri.

Yeah, life must go on, gak peduli bagaimana hidup menempamu. Ketidaksempurnaan, kelemahan, kekurangan itu bukan alasan untuk mundur melakukan perbaikan, BUKAN ALASAN UNTUK MUNDUR!!! Ingat kah dengan perjuangan perbaikan Umar Bin Khattab? betapa dahulu di masa jahiliyahnya beliau pernah mengubur hidup-hidup puterinya.. Bayangkan!. Masa kelam yang membuat beliau menangis tersedu-tersedu setiap kali mengingatnya, tetapi kita pada akhirnya lebih mengenal sosok umar bin khattab adalah seorang sahabat Rasul yang dijanjikan syurga, seorang khalifah yang tegas yang mampu membuat pengaruh Islam tumbuh pesat ke beberapa daerah seperti mesopotamia, persia, syiria, mesir, dll

Atau cerita kisah pembunuh 99 orang yang ingin bertobat, sampai suatu ketika bertemu seorang rahib lalu ia bertanya pada rahib itu apakah masih ada kesempatan untuknya bertobat? Lalu rahib itu menjawab tidak ada. Hingga genaplah pembunuh itu telah membunuh seratus orang, membunuh rahib tersebut. Perjalanan berikutnya membawanya ke suatu tempat dan mempertemukannya dengan 'alim yang lain. Ulama yang baik hati tersebut mengatakan bahwa masih ada kesempatan untuk bertobat dan disuruhlah pembunuh itu pergi ke suatu tempat, sebut saja di daerah anu (gak tahu namanya :P), lalu di tengah perjalanan pembunuh seratus orang itu meninggal. Debat kusir antara dua malaikat pun terjadi, apakah si pembunuh tersebut akan dimasukkan ke neraka atau ke syurga? Lalu malaikat tersebut memohon kepada Allah. Dan Allah pun menyuruh malaikat tersebut mengukur jarak antara kampung yang ditinggalkan dengan kampung yang dituju, jarak mana yang paling dekat? Apabila lebih dekat menuju kampung yang dituju, maka Surga-lah tempatnya, begitu pula sebaliknya. Hingga pada akhhirnya diukurlah jarak terdekatnya DAN TERNYATA si pembunuh tersebut lebih dekat jaraknya menuju kampung yang dituju, maka syurgalah tempatnya. Masya Allah...

Maka, apakah masih ada alasan untuk mundur? Masihkah tersisa kata, aku lelah berproses menjadi orang baik, aku kotor, aku hina, aku banyak maksiat nggak pantes menjadi bagian dari dakwah. Masihkah?

Perasaan-perasaan seperti itu menurutku wajar dan manusiawi toh manusia itu tempatnya salah dan lupa, Nabi Adam aja yang begitu dimuliakan oleh Allah (bahkan diceritakan di dalam Quran, malaikat disuruh bersujud kepada Adam) namun pernah melakukan kesalahan bersama siti Hawa, yang membuat beliau di keluarkan dari Surga. Bayangkan Surga meen..

So, bukan banyaknya kesalahan tetapi proses dan ikhtiar untuk memperbaiki diri itu yang dilihat oleh-Nya. cz Allah itu Maha Baik. Allah itu Maha Pengampun, Maha penyayang...

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".(Al-Hijr ayat 56)