Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal

21.29 0 Comments A+ a-

Jika kita mengkaji sejarah islam pada masa pertengahan yaitu tahun 1250-1800 , salah satu sebab kemunduran islam adalah kemunduran ilmu pengetahuan dan filsafat dalam dunia islam. Tertutupnya pintu ijtihad, menurunnya pengajaran bahasa arab, melemahnya semangat para pemuda muslim dalam mencari ilmu ditambah pula ajaran sufi yang melenceng tentang takdir membuat peradaban islam yang begitu gemilang pada saat itu menjadi semakin merosot. Ajaran sufi yang lebih mementingkan amalan dzikir dengan nyanyian ditambah tarian berputar-putar menjadikan umat muslim kita menjadi pasif. Faham tentang takdir yang pasif pula dimanfaatkan oleh Napoleon dan orang-orang nashara lainya pada saat itu yaitu menganggap bahwa penjajahan yang terjadi pada umat muslim saat itu merupakan bagian dari takdir, ditawan musuh juga bagian dari takdir. So, jika melanggarnya maka sudah melanggar takdir Allah. Pemahaman yang menyimpang tersebut benar-benar membuat pemikiran pemuda muslim saat itu menjadi tumpul. Apalagi semenjak saat itu hingga sekarang, umat muslim bukanlagi diserang melalui perang angkat senjata namun yang jauh lebih berbahaya dari itu adalah perang pemikiran (ghazwul fikr). Perang yang mengatasnamakan ilmu pengetahuan yang salah, aliran dan ideology yang sesat. Contohnya teori evolusi Darwin, faham liberalism, kapitalisme, sekulerisme, dll.
So, sudah saatnya kita umat muslim berpikir kritis. Jangan menerima mentah-mentah suatu ajaran yang kita tidak tahu apa dasar/landasannya? Jangan menjadi bebek yang melakukan segala sesuatunya hanya ikut trend/mode atau aktivitas “ikut-ikutan” lainnya, harus punya prinsip! Pun dalam mempelajari agama islam hindari taklid buta. So, atas dasar itulah kita mencari ilmu, mencari apa landasan kita dalam beribadah, urgensinya dll sampai akihrnya kita mantap lalu mulai beramal.


وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al-Isra 36)


Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk menggunakan akal fikiran dalam memahami ajaran islam. Meski tidak semua ajaran islam bisa dinalar karena keterbatasan akal pikiran manusia. Namun pada dasarnya islam menuntut pertanggungjawaban dari semua anggota tubuh kita atas apa yang telah kita kerjakan salah satunya adalah akal yang seharusnya digunakan untuk berpikir (mencari ilmu)