Urgensi Memakmurkan Masjid

6:40 AM 0 Comments A+ a-


Kenyataan bahwa peran masjid pada masa sekarang ini dibandingkan dengan peran masjid pada zaman Rasulullah dan para sahabat telah bergeser. Jika dahulu, masjid digunakan tak hanya untuk ibadah ritual saja melainkan juga sebagai pusat peradaban umat. Bandingkan dengan apa yang terjadi sekarang ini yang mana masjid-masjid pada umumnya di Indonesia hanya tampak ramai ketika jum'atan saja, selepas itu kondisinya lengang ditinggal jama'ahnya.Aktivitas masjid baru menyentuh aspek ubudiyah yang bersifat ritual, belum masuk ke aspek sosial kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, dan aspek lainnya yang dibutuhkan jamaah dan masyarakat sekitar. 
Dulu Rasulullah SAW membentuk kehidupan masyarakat Islam di Makkah selama 13 tahun dengan tarbiyah iman kepada para sahabat, kemudian hijrah ke Madinah. Begitu juga ketika Rasulullah SAW membentuk masyarakat Islam yang kokoh dan terpadu yang terdiri diri atas kaum Anshar dan Muhajirin, langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah memakmurkan masjid. Masjid merupakan basis pembinaan umat dan pusat seluruh aktifitas umat Islam. Pada saat itu, masjid merupakan satu-satunya pusat atau pranata sosial tunggal untuk membicarakan dan menyelesaikan berbagai masalah. Hal ini dapat diartikan bahwa segala macam kegiatan hendaknya berangkat dari masjid. Berangkat dari masjid kita akan membangun suatu komunitas masyarakat yang berdasarkan pada nilai-nilai taqwa kepada Allah SWT.


إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS.9. At-Taubah : 18)