Yakin bakal Masuk Syurga???

06.13 0 Comments A+ a-

Sore ini menyisakan kenangan indah, sebuah perjalanan singkat untuk melakukan kunjungan ke KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Kunjungan bersama mbak Alfi dan Yayik sebagai perwakilan kelompok mentoring SMA 9 Yogyakarta menyumbangkan donasi untuk palestina. Bukan, bukan itu inti ceritanya. Ceritanya adalah perkenalan kami dengan seorang muslimah murah senyum di kantor tersebut yang memiliki nama yang indah, Jannah. MasyaAllah, doa dan harapan dari sebuah nama yang mengagumkan. Itu mengingatkanku tentang syurga-Nya...

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah ayat 214)

Ya, kalau kita sering baca-baca sejarah shiroh nabawiyah atau kisah-kisah nabi dan rasul, kita akan sering menjumpai bagaimana ujian dan cobaan yang mereka alami untuk mensyiarkan islam ditengah-tengah kaumnya. Berat banget, kita mungkin nggak akan sanggup bertahan menghadapi ujian tersebut setegar mereka, para nabi dan rasul, apalagi mengalami ujian dakwah-nya Nabi Muhammad. Jauuuh. Lalu, kembali menilik ayat di atas, pantaskah kita sekarang berharap syurga?

Pantaskah kita berharap syurga? padahal ujian kehidupan yang kita alami hanya secuil tak sebanding dengan apa yang para rasul alami, 
Pantaskah berharap syurga? Ketika melihat mujahid-mujahidah dalam barisan dakwah berjihad di palestina, suriah, yaman sedangkan kita disini di Indonesia terang-terang saja mendakwahkan islam tanpa peperangan berarti. Bebas untuk melakukan sholat di masjid, hak-hak pribadi masih tercukupi, sedangkan para mujahid-mujahidah itu, lihat saja yang ada di Palestina, tanah mereka dirampas, hak-hak kemanusian mereka terdzalimi oleh israel, 
hey, perjuangan kita disini tak seberapa dibanding yang ada disana, pantaskah kita merasa cukup dengan ke-islam-an yang sudah ada dan berharap Syurga?

Ada pepatah yang mengatakan "dakwah itu pahit, karena Syurga itu manis"
Yup, jalan untuk meniti syurga itu berat, terjal mendaki, tetapi itulah konsekuensi untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi (syurga) dan yakin aja, Sungguh pertolongan Allah itu teramat dekat.