Apasih? nggak penting!

6:27 AM 0 Comments A+ a-

Bismillah...
Waktu berlari begitu cepat, melesat bak anak panah. Gak nyangka banget sekarang umurku udah 18 tahun, ya Allah 18 tahun ifaah kamu ngapain aja selama ini?? waktu yang terbuang sia-sia, 18 tahun dan aku merasa belum cukup dewasa untuk memaknai kehidupanku sampai sekarang. Allah....

Kamis ini, adalah hari ke-4 masuk kuliah semester genap. Rutinitas menjejaki dunia kampus dimulai dengan segala retorikanya. Asyik kalau dosennya asyik ngajarnya dan materinya gak bosenin tapi paling maless kalau udah bela-belain ke kampus tapi dosennya gak ada, jam kuliah kosong dan waktu terbuang sia-sia...oh gini ya rasanya jadi mahasiswa? ugh..oke huft

Selesai kuliah, langsung capcus ke Student Center nyebarin undangan dari KAMMI acara musykom bentar setelah itu lansung melesat ke mujahidin karena ada janji dengan seseorang dan molor setengah jam. Ya Allah, ngerasa bersalah banget apalagi itu mbaknya sebut saja mbak sholihah (Nama disamarkan) dateng ontime banget dan kita baru ta'aruf!! Yup, baru kenal karena ada suatu tugas dan takdir Allah mempertemukan aku dan dia.

Banyak hal yang dapat aku ambil hikmahnya dari pertemuan itu, kisah tentang perang hunain yang membekas, bagaimana para jundi nya Allah dan rasulnya menjaga amniyah bahwa salah satu strategi dakwah adalah menjaga kerahasiaan rencana dakwah itu sendiri untuk kemashlahatan. Lalu tentang tanzim, ruhul istijabah atau semangat menyeru kebaikan, dll.

Serunya kegiatan aktivis dakwah kampus tetapi aku belum siap, belum siap untuk terjun dalam kancah politik kampus dengan berbagai idealisme yang ada. Keharusan untuk mencapai prestasi menjadi seseorang yang 'WoW" dikenal banyak orang dikampus sebagai salah satu strategi dakwah kampus. Jujur, aku belum siap. Dan di satu sisi ada amanah di dakwah sekolah yang memang selayaknya menjadi prioritas. Aku memilih dakwah sekolah. Kalau ditanya mengapa? simple kok, aku ingin belajar ikhlas dalam berdakwah. Ikhlas, yeah ikhlas mensyiarkan islam dengan kekuatan-kekuatan yang aku miliki tanpa elu-elu prestasi dan eksistensi. Bukannya gak butuh prestasi atau nggak mau ngeksis, aku cuma ingin belajar ikhlas dalam berdakwah, tanpa perlu banyak orang tahu, cukup Allah aja dan beberapa orang yang tahu. karena sadar diri juga aku bukan seorang yang ber-IQ tinggi katakanlah meski sebisa yang aku mampu belajar sesuai dengan kemampuanku.

Sekitar jam 2, aku segera pulang karena sudah ditelpon ayah untuk menjenguk beliau di rumah sakit. Ayah tiriku baru saja operasi tumor dan alhamdulillah tumornya masih jinak nggak parah, Yeah syukurlah, meski masih sedih juga, gula darah ayah masih tinggi, diabetes.

Sepulang dr RSUD Prambanan, aku dhadapkan pada sejumlah masalah, hari jumat esoknya ada acara MUSYKOM KAMMI, dan semua panitia salah satunya aku wajib datang dari jam 05.30, gubrakk! padahal diminta ayah untuk menemani beliau ngurus kepulangan beliau dari rumah sakit, jumatnya jam 8 pagi. Gak enak banget kan kalau aku dateng jam setengah 6 di acaranya itu abis itu pergi ke rumah sakit jam 8annya. Apalagi kalau jadi panitia kan nggak enak sama panitia yang lainnya..
Gek jam 11nya ada amanah ngisi mentoring di SMA, abis itu ada forum mentoring, trus jam 14.00 ada syuro supermen
Ya, Allah,,,

Maafkan aku yaaa...kalau aku belum bisa jadi panitia acara yg baik
kalau aku belum bisa jadi mentor yang baik
kalau aku belum bisa jadi panitia supermen yg baik

Iffah
Apasih? nggak penting!