Resensi Buku 1: Boleh Gak Sih Ngarep? (Belajar Tentang Sedekah)

9:10 PM 0 Comments A+ a-




Judul               : Boleh Gak Sih Ngarep? (Belajar Tentang Sedekah)
Penulis             : Ust. Yusuf Mansur
Penerbit           : Zikrul Hakim
Tahun terbit     : Oktober 2012
Tebal Buku      : 304 halaman

Pertama kali melihat judul buku ini saya langsung tertarik untuk membacanya, sumpah! Penasaran. Saya tak perlu repot membeli karena buku tersebut untungnya dimiliki kakek saya, jadi ya tinggal pinjam saja. Kebetulan memang kakek dan nenek saya nge-fans berat sama ustadz Yusuf mansur(penulis buku tersebut), beliau suka banget mendengarkan tausiyahnya di televisi.
Secara garis besar buku ini berisi tentang seluk beluk sedekah yang dirangkai dengan berbagai macam kasus. Umumnya kasus-kasus tersebut mudah sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari, misalnya kasus bagaimana apabila tidak memiliki dana padahal kepengen banget sedekah, apakah harus berhutang agar kemudian bisa digunakan untuk sedekah? Lalu apakah yang lebih baik sedekah dengan sembunyi-sembunyi agar tidak riya’ atau sedekah terang-terangan dengan tujuan syiar? Dan lain sebagainya. Kasus-kasus tersebut diceritakan dengan bahasa yang santai bahkan seolah-olah seperti penulis sedang mengajak berdialog dengan para pembacanya, akrab. Penulis juga mengajak para pembaca berpikir kritis untuk memecahkan masalah pada setiap kasus. Terkadang ada beberapa contoh kasus yang membuat para pembaca bingung sekaligus penasaran bagaimana solusinya. Akan tetapi, semua itu akan terjawab pada kasus-kasus di bab berikutnya. Bagusnya lagi dibeberapa bab terdapat selipan munajat (do’a). Yeah, doa adalah penyempurna ibadah. Seperti yang dilansir dalam sebuah hadis di buku ini, Ad-Duaa-u mukhkhul ‘ibaadah; doa itu kepalanya ibadah. Kita tahu bahwa kepala adalah unsur utama, oleh karena itu iringilah setiap ibadah itu dengan doa, selalu, termasuk ketika bersedekah.
Buku bacaan yang meskipun cukup tebal ini terasa ringan karena isi buku memakai kertas buram. Kelebihan lainnya, di akhir setiap bab buku ini juga terdapat ilustrasi gambar dan kutipan kata-kata hikmah. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi buku ini. Jika berbicara masalah kekurangan dari buku ini, hanyalah terdapat pada ejaan atau tata bahasa yang digunakan. Namun hal ini bisa dimaklumi karena memang tujuan dari penulisan buku tersebut untuk dibaca masyarakat luas termasuk orang awam, sehingga gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa sehari-hari.