Resensi Buku "Dari Jerawat Sampai Cinta Monyet"

16.32 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Dari Jerawat Sampai Cinta Monyet
Penulis             : M. Dzanuryadi & Ahmad Izzan
Penerbit           : Afra Publishing (Kelompok Penerbit INDIVA)
Tahun Terbit    : Rabiul Awal 1432 H/ Maret 2011
Tebal Buku      : 144 halaman

Dunia remaja memang dunia yang asyik untuk dibahas. Karena memang saat remajalah kehidupan terasa lebih berwarna, saat dimana gairah jiwa muda membara. Apalagi masa-masa puber, masa peralihan dari anak-anak menuju masa dewasa. Akan tetapi di era teknologi canggih seperti sekarang ini, kita perlu waspada. Sebab, globalisasi membuat begitu mudahnya berbagai macam informasi gaya hidup orang barat masuk ke Indonesia, ke negeri kita yang dahulunya terkenal menjunjung tinggi sopan santun dan adat ketimuran.
Zaman berubah, manusianya mau tak mau juga harus menyesuaikan dengan kondisi zaman. Efek dari globalisasi membawa pengaruh baik positif maupun negatif terhadap pergaulan remaja Indonesia. Pengaruh negatifnya amat berbahaya, buktinya saat ini dengan mudah kita temukan berbagai kasus remaja Indonesia akibat pergaulan bebas mereka. Inilah fungsi buku ini hadir. Buku yang berjudul “Dari Jerawat Sampai Cinta Monyet” ini bisa dijadikan salah satu panduan menghadapi gejolak usia puber.
Buku ini bisa dijadikan salah satu referensi bagi kamu-kamu yang sekarang sedang hinggap di usia puber. Salah satu sebabnya karena penulis buku ini adalah dua orang aktivis hebat dan memiliki banyak karya. M. Danuryadi pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah Daurah Kebudayaan, jakarta. Beliau juga aktivis di berbagai organisasi ketika masih berstatus sebagai mahasiswa, sebut saja Presiden Mahasiswa BEM STAI Al-Musaddiyah Garut, Pemred Lembaga Pers Mahasiswa STAIM Garut dan beragam organisasi lainnya. Begitu pula dengan Ahmad Izzan, beliau juga seorang organisator. Pernah menjabat sebagai Ketua bahasa STAIM (1991-1998), pengajar STAIM (1991-sekarang) dan beragam organisasi lainnya. Maka tak ayal, karya nya yang satu ini juga menginspirasi karena tersirat dari pengalaman hidup mereka yang luar biasa pula. Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Pemuda adalah tonggak perubahan suatu bangsa, agent of change. So, sayang sekali apabila masa muda kita terutama masa puber, terlewati begitu saja tanpa ada suatu prestasi membanggakan terukir di masa ini. Menjadi biasa atau luar biasa itu pilihan karena memang hidup itu penuh banyak pilihan. Namun, setiap orang pasti menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Agar Pubermu tak membuatmu keblinger, persiapkan dirimu mulai dari sekarang juga. Iya sekarang, kapanlagi? So, baca deh buku panduan menghadapi gejolak usia puber yang satu ini, gak nyesel deh!