Resensi Buku "Khadijah (The True Love Story of Muhammad)"

5:17 PM 0 Comments A+ a-





Judul : Khadijah (The True Love Story of Muhammad)
Penulis Abdul Mun’im Muhammad
Penerbit : Pena Pundi Aksara
Tahun Terbit : Cetakan V, Agustus 2007
Tebal Buku : x+363 halaman

Dibalik kesuksesan seorang lelaki, pasti juga ada peran wanita yang begitu besar dibelakangnya. Begitu pula yang dialami oleh Rasul kita, nabi Muhammad SAW. Adalah Khadijah binti Khuwailid, seorang sosok pendamping hidup yang begitu besar pengorbanannya terhadap perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Ia menjadi orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengakui Muhammad, suaminya, diutus menjadi Rasul. Beliau selalu menjadi yang pertama bagi Rasulullah. Beliau memiliki ketabahan yang luar biasa, selalu menghibur dan menjadi teman setia sang Nabi ketika sang Nabi merasa lelah dalam berdakwah.
Khadijah adalah sosok wanita mulia, bahkan ketika ia masih berada pada masa Jahiliah mendapat gelar “wanita suci” (thȃhirah). Dan ketika menjadi istri Rasulullah, Rasulullah tidak pernah menikah dengan perempuan lain atau bermaksud mempoligami Khadijah semasa ia hidup. Allah pun menghormati Khadijah. Suatu hari, malaikat jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkata,”Wahai Muhammad sebentar lagi Khadijah akan membawakan makanan dan minuman untukmu. Kalau ia datang, sampaikan kepadanya salam dari Allah dan dariku.”
Rasulullah pun menyampaikannya, lalu Khadijah menjawab dengan rasa syukur, “Allahlah Pemelihara Kedamaian dan sumber segala damai. Salamku untuk jibril”. MasyaAllah, begitu luarbiasa Khadijah, jawaban tersebut menunjukkan kecerdasan dan kesucian Khadijah. Ia mengagungkan Allah dan berdoa kepada-Nya agar dianugerahi kedamaian dan keselamatan. Ia pun berterimakasih kepada Jibril telah menyampaikan salam dari Allah itu kepada dirinya.
Keistimewaan pada diri Khadijah membuat istri-istri Rasulullah yang lain merasa cemburu terutama Aisyah. Diriwayatkan dalam suatu Hadis oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Baghawi, Aisyah mengatakan,”Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang  wanita sebesar rasa cemburuku pada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah selalu menyebut namanya. Pernah beliau menyembelih seekor kambing, lalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah.”
Dalam sebuah riwayat lain, Aisyah juga mengisahkan,”Rasulullah hampir tidak pernah keluar rumah tanpa menyebut dan memuji Khadijah. Hal itu membuatku cemburu. Kukatakan,”Bukankah ia hanya seorang wanita tua renta dan engkau telah diberi pengganti yang lebih baik daripadanya?” Mendengar itu, beliau murka hingga bergetar bagian depan rambutnya. Beliau katakan,”Tidak.Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku tatkala semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memperoleh keturunan, sesuatu yang tidak kuperoleh dari istri-istriku yang lain.” Maka, aku berjanji dalam hati untuk tidak mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya lagi.
Begitulah Khadijah, begitu ia adalah sosok wanita yang istimewa. Ia tidak pernah tergantikan oleh siapapun. Maka, tidakkah kita, para wanita, ingin menjadi sepertinya? Khadijah walau bagaimanapun adalah seorang manusia biasa yang memiliki keterbatasan pun layaknya kita. Insya Allah kita bisa meneladaninya seperti kita berusaha untuk meneladani Rasulullah SAW yang pertama. Buku ini akan mengupas tuntas tentang kisah hidup Khadijah dari sekian banyak literatur. So, para wanita shalihah mari kita berupaya melayakkan diri untuk menjadi istimewa dengan meneladani kisah Khadijah, cinta sejati Rasulullah. Simak kisah menariknya di dalam buku ini.