resensi Buku "Kuliah Tauhid"

22.00 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Kuliah Tauhid
Penulis             : Ust. Yusuf Mansur
Penerbit           : Zikrul Hakim
Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1432 H/ November 2011
Tebal buku      : 392 halaman

Sudah berapa lama kita ber-islam? Apakah selama kita hidup sudah benar-benar bertauhid? Benar-benar meng-Esa kan Allah? Melibatkan Allah dalam setiap urusan kehidupan kita sebagai bukti iman kita kepadaNya? Apakah kita benar-benar telah meyakiniNya, meyakini janjiNya di dalam kitab suci? Sebelum semua pertanyaan tersebut terjawab akan lebih baiknya jika kita harus banyak belajar, belajar tentang tauhid. Pondasi dari ajaran agama islam, akidah.
Buku Kuliah Tauhid karya ustadz Yusuf Mansur ini bisa dijadikan salah satu sarana untuk mempelajari ilmu tauhid tersebut. Meski sudah banyak buku-buku islami yang membahas mengenai hal yang mendasar ini akan tetapi buku ini “berbeda” dari buku-buku yang lain. Ada keistimewaan tersendiri di dalam buku ini. Selain karena penulisnya adalah seorang ustadz yang cukup kondang di se antero negeri ini. Juga karena penulis memiliki gaya yang khas dalam setiap tulisannya, sederhana, komunikatif dan jelas dipahami.
Buku ini adalah buku kumpulan Kuliah Online di kanal Kuliah Dasar di website www.kuliah-online.com milik Yusuf Mansur. Pelajaran dan diskusi tentang tauhid. Sehingga bagi para pembaca yang belum berkesempatan mengikuti Kuliah Online secara online masih bisa mengikuti dengan membaca buku ini.
Buku ini terdiri atas 38 bagian. Dimulai dari bagian pertama yakni belajar keyakinan hingga berlanjut sampai bagian terakhir yakni tentang deskripsi syahadat. Menariknya di dalam setiap bagian diselipkan berbagai kisah kehidupan sehari-hari yang membuat para pembaca terinspirasi. Meski kebanyakan kisah-kisah ini juga menyangkut tentang sedekah. Tetapi memang faktanya antara sedekah dan tauhid juga berkaitan. Ketika seseorang bersedekah dalam jumlah besar dengan keyakinan akan balasan ganti yang lebih baik dari Allah. Saat itu juga berarti orang tersebut juga sudah menerapkan prinsip tauhid yakni meyakini janji Allah dengan seyakin-yakinnya. Hal itu juga merupakan bukti dari iman. Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. Inilah bagian tauhid, bagian dari mempercayai dan meyakini Allah
Buku ini dapat dijadikan referensi untuk mempelajari ilmu tauhid sekaligus dijadikan panduan untuk mengamalkannya. Banyak contoh-contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipraktekan dari buku ini. Apalagi bagi para pembaca yang ingin membaca buku dengan bahasa yang santai tidak kaku. Selamat membaca.