Resensi Buku "Malam Pertama Di Alam Kubur"

2:43 AM 0 Comments A+ a-




Judul buku       : Negeri Para Bedebah
Penulis             : Tere liye
Penerbit           :Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit     : Juli, 2012
Tebal Buku      : 428 halaman

Kau bayangkan, ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi-misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya disekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.

Coba kita misalkan dunia ini hanya sebesar kota. Ada seribu penduduk di dalamnya. Sebagian menjadi petani, perajin, peternak, tukang, sebagian lainnya menjadi pedagang, tentara serta semua profesi dan mata pencaharian hidup yang kita kenal. Katakanlah berabad-abad mereka hanya mengenal barter, ikan ditukar gandum, jasa cukur rambut ditukar perbaikan atap rumah, atau seporsi masakan lezat dibarter dengan jahitan baju. Hingga salah seorang genius—kita sebut saja Mister Smith—menemukan uang. Kehidupan primitif mereka dengan segera berubah drastis, perekonomian kota kecil ini bergerak maju. Transaksi lebih mudah dilakukan, itu fase pertama muasal kegilaan ini (hal 18)

Sejak uang ditemukan, berbagai teknologi juga ditemukan. Era industri datang. Sumber minyak, emas, batubara, timah, dan besi dekat kota mulai ditambang. Tenaga kerja semakin produktif, perhitungan efisiensi produksi dikenal, dan tuntutan atas kemudahan transaksi keuangan meningkat. Mr.Smith kembali datang dengan ide mendirikan bank, membuat seluruh penduduk kota terpesona. Tetapi mereka ragu-ragu, siapa yang akan percaya pada selembar kertas? Mister Smith melambaikan tangan. Tenang saja, bank akan mencetak setiap lembar uang dengan jaminan cadangan emas. Seratus dolar dijamin satu gram emas. Jadi, uang tersebut di jamin aman. Ada nilai pelindungnya di bank, dan semua orang harus menerima transaksi dengan uang.

Maka, bank mulai mencetak uang dengan jaminan cadangan emas. Sebagai pemanis, Mister smith menjanjikan bunga untuk setiap orang yang bersedia menyimpan uang di bank. Mulailah, orang kaya berbondong-bondong meletakkan uang, sedangkan yang membutuhkan uang untuk modal usaha juga datang  ke bank dengan janji membayar cicilan ditambah bunga. Kau tahu, salah satu penemuan klasik Mister Smith yang menjadi dasar ilmu ekonomi modern adalah bunga.

Nah, dengan adanya uang dan bank, akumulasi kekayaan mulai terjadi. Pada tahun nol, total uang beredar haya seratus dolar, katakanlah begitu. Pada tahun kesepuluh, total uang yang beredar di kota melesat menjadi satu miliar dolar. Karena begitulah sistem perekonomian baru bekerja, begitu canggih melipatgandakan kekayaan. Kau letakkan uang seratus dolar di bank yang dijamin setara satu gram emas, lantas uang itu dipinjam orang kedua, si tukang jahit. Orang kedua ini menggunakannya untuk membeli mesin jahit terbaru pada orang ketiga, si pembuat mesin. Si pembuat mesin punya uang seratus dolar sekarang, hasil menjual mesin. Dia bawa uang itu ke bank lagi, ditabung. Begitu terus siklus perbankan yang canggih. Jadi berapa uang yang ada di bank? Uang itu tumbuh menjadi tak terhingga, karena semakin banyak yang terlibat dalam mekanisme simpan-pinjam itu. Tanpa regulasi bank harus menyisihkan sekian persen sebagai cadangan, efek pengalinya berjuta-juta tak terhingga. Padahal come on, berapa sejatinya nilai uang yang dijamin cadangan emas? Ya hanya seratus dolar, lantas bagaimana ribuan dolar lainnya? Itu hanya ada di kertas. Benar-benar ada di kertas, dalam catatan bank, dalam catatan kekayaan masing-masing.

Beberapa paragraf diatas adalah sepotong cerita pembuka yang ada di dalam novel ini. Dilihat dari sepotong kisam pembukanya saja, sudah membuat penasaran pembaca. Maka tak heran apabila novel ini dikatakan bukan sembarang novel. Novel ini menyajikan suatu kisah yang mencengangkan yang sejatinya mengungkap fakta di republik ini. Sebuah kisah tentang mafia hukum.

Bagi pecinta buku, tentu sudah tak asing dengan penulis novel ini, tere liye. Tere liye adalah penulis kondang yang begitu produktif menghasilkan novel-novel fenomenal. Karya-karyanya begitu luarbiasa. Dengan kemampuan menulis dalam merangkai diksi yang sarat makna, bisa menyentuh emosi para pembacanya. Kebanyakan novel garapan tere liye adalah novel remaja. Akan tetapi berbeda dengan novel yang satu ini, novel berjudul “Negeri Para Bedebah” ini ditujukan untuk kalangan dewasa, karena memang kisah ini sarat akan cerita politik dan hukum.

So, untuk Anda yang gemar mengkritisi kebijakan pemerintah, untuk Anda yang suka dengan segala hal yang berbau politis, atau untuk Anda yang menyukai misteri dunia yang penuh konspirasi ini. Anda wajib baca buku ini dan nikmatilah petualangan serunya!