Resensi Buku "Muhammad Al-Fatih 1453"

5:42 PM 0 Comments A+ a-





Judul Buku      : Muhammad Al-Fatih 1453
Penulis             : Felix Siauw
Penerbit           : Al Fatih Press
Tahun terbit     : November 2013 (Cetakan V)
Tebal Buku      : xxvi+ 320 halaman

Di kalangan umat muslim, pasti sudah familiar dengan nama “Muhammad Al-Fatih”, seorang penakluk kostantinopel. Namun apakah kita benar-benar mengenalnya? Benarkah kita mengetahui sejarah penaklukan tersebut? Sejarah yang begitu mengagumkan bahkan Rasulullah pernah mengatakan dalam suatu hadis bahwasanya penakluk konstantinopel, panglimanya adalah panglima terbaik dan pasukannya adalah pasukan terbaik.
“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian. Maka sebaik-baiknya pemimpin adalam pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya.” (H.R.Ahmad)
Dan siapakah pemimpin yang luarbiasa tersebut? Yang mendapat gelar sebagai pemimpin terbaik? Buku karangan ustadz Felix Siauw ini menjelaskan panjang lebar mengenai Muhammad Al-fatih sang penakluk Konstantinopel tersebut. Tak hanya itu, penulis juga menjelaskan secara detail bagaimana perjuangan panjang Muhammad Al-Fatih dan pasukkannya untuk menggempur Konstantinopel, Byzantium saat itu.
Menariknya dalam buku ini adalah penjelasan secara detail dan lengkap mengenai peristiwa yang terjadi yang diceritakan di dalam buku ini. Di belakang buku tersebut juga dapat dilihat begitu banyaknya referensi yang dicantumkan penulis, referensi buku tersebut juga ada yang berbahasa Inggris. Hal ini menandakan bahwa proses pembuatan buku ini juga butuh perjuangan panjang bahkan di dalam kata pengantar, penulis mengatakan bersedih dengan jumlah buku-buku sejarah dan biografi di Indonesia yang sangat minim.
Sejarah, meski hanya sekedar masa lalu, namun sebenarnya cukup berpengaruh untuk membentuk kepribadian seseorang. Sejarah memberikan kepada seseorang lebih dari sekedar informasi, ia menyusun cara berfikir seseorang saat ini dan menentukan langkah apa yang akan di ambil pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, di dalam buku ini dikisahkan bahwa Muhammad Al-Fatih sangat menyukai sejarah. Sejarah menyediakan kepada Sultan, informasi-informasi yang dia butuhkan untuk mengetahui kebudayaan militer Byzantium, strategi dan taktik perangnya.
Dengan sejarah pula, Sang Sultan penakluk menjadi seorang fleksibel, inovatif dan penuh kejutan. Sebagaimana yang kita ketahui, kemampuan berpikir seseorang dan kreativitasnya sangatlah tergantung dari informasi-informasi yang dia miliki. Oleh karena itu kita melihat bahwa ide Sultan untuk memindahkan 72 kapal dari Selat Bosphorus menuju Teluk Tanduk Emas adalah pengembangan dari apa yang pernah dilakukan Shalahudin Al-Ayyubi ketika memindahkan kapal dayung dari Fustat menuju Laut merah pada abad ke-12.
Itulah sekilas mengenai arti penting sejarah apalagi sejarah islam. Maka, marilah kini kita belajar mengkaji sejarah islam, salah satunya melalui buku ini. Apalagi sejarah penaklukan konstantinopel adalah sejarah terpenting di dalam sejarah islam. Kisah pada suatu masa dimana salah satu negara imperium berhasil ditaklukan umat islam, Byzantium. Kisah tentang panglima terbaik yang diramalkan Rasulullah SAW.