Resensi Buku "Tumbuh kembang kecerdasan Emosi Nabi"

9:01 PM 0 Comments A+ a-


Judul               : Tumbuh kembang kecerdasan Emosi Nabi
Penulis             : Hamim Thohari, Ika Rais, Tim nasma
Penerbit           : Pustaka Inti
Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, Agustus 2006
Tebal Buku      : xii+242 halaman
ISBN               : 979-3751-33-9

Sebagai salah seorang yang mengidolakan Nabi Muhammad SAW, saya tergelitik untuk membaca napak tilas kehidupan beliau. Sudah sangat banyak memang buku yang membahas tentang biografi beliau dan perjalanannya, orang banyak menyebut buku tersebut “shirah nabawiyah”. Buku ini memang tidak seperti  buku-buku shirah nabawiyah terjemahan penulis timur tengah yang memberikan penjelasan sejarah dengan sangat detail. Akan tetapi yang menarik dari buku ini adalah dari segi bahasa yang digunakan yang begitu santun dan menyentuh emosi para pembaca. Sengaja mungkin karena begitulah yang diinginkan para penulis, lebih menitikberatkan kepada keistimewaan kepribadian Nabi Muhammad SAW.
Penulis buku ini merupan kolaborasi dari sekelompok ibu-ibu muda yang tergabung dalam forum Ummahat dan membentuk suatu tim yang diberi nama Tim Nasma. Ika Rais, salah satu penulis buku ini bekerja sebagai koordinator tim Nasma.
Kecerdasan emosi adalah sesuatu hal yang menarik untuk dibahas, selain karena sifatnya yang terus berkembang juga karena kecerdasan emosi-lah (dan kecerdasan spiritual tentunya) yang lebih menentukan kesuksesan seseorang, dibanding kecerdasan intelektual atau IQ (meski tak dipungkiri IQ juga penting). Namun, para ahli menyakini, IQ manusia cenderung konstan, sedangkan EQ seseorang terus berkembang sesuai dengan pembelajaran yang dilakukan.
Nabi Muhammad SAW adalah contoh orang yang memiliki kecerdasan emosi yang luar biasa. Tutur katanya lembut namun tidak sampai kehilangan wibawa. Juga perilakunya yang santun dan arif, mampu mengubah lawan menjadi kawan, dan yang mengingkari dakwahnya berbalik mengimaninya. Karena itu memahami bagaimana perkembangan kecerdasan emosi beliau di kala anak-anak sampai mendapatkan amanah untuk menjadi Rasul-Nya adalah hal yang sangat penting. Mengingat beliau tidak serta merta menjadi nabi dan kehilangan status kemanusiaanya. Nabi Muhammad SAW tetaplah seorang manusia dengan segala keterbatasan dan kelebihannya, termasuk kualitas dan kecerdasan emosinya.
Kualitas kepemimpinan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW telah dibangun secara konsisten sejak dini. Gelar Al-Amin (yang dipercaya) telah didapatkannya sebelum diutus menjadi nabi. Integritas yang tinggi menjadi pondasi utamanya. Seseorang yang memiliki integritas yang tinggi akan senantiasa berusaha pantang menyerah dengan segenap keberanian untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Sehingga tak heran, ketika Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul Allah, orang-orang terdekatnya begitu mudah mempercayainya, karena integritas yang Nabi Muhammad SAW miliki.
Insya Allah, di dalam buku ini kita dapat mengetahui seluk beluktumbuh kembangnya kecerdasan emosi Nabi Muhammad SAW sebagai pembelajaran terbaik bagi kita untuk meningkatkan kualitas kecerdasan emosi kita. Penasaran kan? Bagaimana rahasia tumbuh kembangnya kecerdasan emosi Nabi? Temukan jawabannya di dalam buku ini!