Resensi Novel "9 Summers 10 Autumns ; Dari Kota Apel ke The Big Apple"

4:58 PM 0 Comments A+ a-




Judul buku      : 9 Summers 10 Autumns ; Dari Kota Apel ke The Big Apple
Penulis             : Iwan Setyawan
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Februari 2013 (Cetakan kesebelas)
Tebal Buku      : 221 halaman

Satu lagi novel rekam jejak yang begitu menginspirasi, 9 Summers 10 Autumns ; Dari Kota Apel ke The Big Apple. Novel ini adalah buah pena dari Iwan Setyawan, sang penulis, berdasarkan kisah hidupnya. Jika novel negeri 5 menara menceritakan kisah perjuangan Ahmad Fuadi. Senada dengan novel itu, novel ini menceritakan kisah hidup Iwan Setyawan. Salah seorang anak sopir angkot yang kini sukses menjadi direktur perusahaan multi nasional di New York, luar biasa.
Dan yang lebih menakjubkan lagi, kesuksesan penulis sekaligus seorang direktur tersebut justru berkat pendidikan karakter dan nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarganya. Ia merasa beruntung mendapatkan pendidikan terbaik dari kedua orangtuanya dan saudara-saudara perempuannya. Baginya, keluarga adalah segalanya, family is everything.
 Novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini menyadarkan kita akan sebuah tekad kuat yang bisa mengalahkan apapun. Bahwa keterbatasan seseorang tidak menghalanginya untuk mencapai kesuksesan. Bayangkan saja, seorang anak supir angkot yang terbelenggu kemiskinan namun bisa menjadi seorang direktur perusahaan di luar negeri, di New York City! Di sebuah negeri nun jauh disana, Amerika. Benar-benar mengagumkan.
Adalah Iwan Setyawan. Bapaknya seorang sopir angkot. Sedangkan ibunya adalah seorang pedagang baju bekas bersama neneknya Mbok Pah. Garis hidup melahirkan sifat sederhana yang luar biasa pada diri ibunya. Kesederhanaannya itu lah yang menginspirasi rumah kecil di dalam keluarganya tersebut. Iwan memiliki empat saudara perempuan dengan keistimewaannya masing-masing. Kakak pertamanya, Siti Aisyah dengan modal kepintarannya, berkali-kali ia menjadi juara kelas sepanjang ia bersekolah. Hingga takdir hidup membawanya menjadi seorang PNS. Itulah si sulung yang membuka jendela bagi adik-adiknya untuk mendapatkan janji masa depan yang lebih baik.
Di bab-bab selanjutnya di dalam novel yang Iwan tulis, ia menceritakan kisah saudari-saudarinya yang lain dengan kisah hidupnya masing-masing. Benar-benar menggambarkan arti kesederhanaan yang begitu bernilai. Sang penulis, menekankan bahwa masing-masing penghuni di rumah mungilnya itu begitu istimewa di dalam hidupnya. Menekankan bahwa keluarga adalah segalanya. Baiti jannati, rumahku adalah surgaku.
Novel ini mengajak kita untuk lebih menghargai arti  penting keluarga. Juga arti penting tentang kesederhanaan, kesungguhan, tekad yang kuat untuk menggapai sebuah kesuksesan. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan hidupnya. Cinta keluargalah yang akhirnya menyelamatkan semuanya. So, inspiring