Resensi Novel : Birunya Langit Cinta

5:07 PM 0 Comments A+ a-





Judul buku       : Birunya Langit Cinta
Penulis            : Azzura Dayana
Penerbit          : Qish-U (kelompok Pro-U Media)
Tahun terbit      : Desember 2007 (Cetakan ke III)
Tebal Buku      : 385 halaman

Bagaimana kiranya kisah cinta seorang aktifis dakwah? Apa jadinya apabila seorang ketua keputrian rohis, terjerat virus merah jambu dengan ikhwan? Bahkan ikhwan tersebut tidak hanya satu akan tetapi ada tiga! Tiga lelaki alim yang sama-sama memiliki karakter khas; cool, nge-fight, dan funky.
Ah, cinta, kisah klasik anak muda yang tidak pernah habis kata untuk dibahas. Siapapun pasti berminat untuk memperbincangkannya. Meskipun cinta terkadang dibalut dengan nuansa yang berbeda. Lalu, bagaimana kalau cinta itu muncul di hati seorang muslimah yang senantiasa menjaga diri dan hatinya? Apakah ia sanggup menjaga hatinya terhadap cinta yang belum halal tersebut? Bagaimanapun juga, seorang aktifis dakwah, seorang ustad/ustadzah, ataupun da’i, mereka adalah manusia biasa. Terkadang jika khilaf, perasaan-perasaan yang tidak halal tersebut bisa tumbuh sedemikian suburnya, seperti yang dialami tokoh utama dalam novel ini, Dey.
Penulis novel tersebut adalah Azzura Dayana, seorang ibu muda yang piawai merangkai diksi menjadi novel fiksi. Ia menulis kisah cinta haru biru dalam sebuah novel “Birunya langit Cinta”. Novel yang menakjubkan, menulis kisah cinta yang dialami para aktivis dakwah. Kisah cinta penuh hikmah yang membuat kita belajar banyak hal; tentang bagaimana menghadapi virus merah jambu. Tentang bagaimana mengikhlaskan seseorang yang kita kagumi menikah dengan orang lain yang ternyata orang lain tersebut adalah sosok teman dekat kita. Tentang makna ukhuwah, adab pergaulan dalam islam dan beragam hikmah kehidupan lainnya yang tak kalah menarik.
Cinta, banyak orang awam mengira apakah seorang aktifis dakwah pernah jatuh cinta? Rasanya mustahil kiranya, akan tetapi mereka juga manusia biasa bukan malaikat. Aktifis dakwah juga memiliki naluri yang sama dengan yang lainnya untuk jatuh cinta, karena jatuh cinta adalah fitrah. Ada juga yang bingung, cinta mereka seperti apa? Bukankah dalam islam tidak mengenal kata pacaran? Bagaimana mereka merasai cinta? Hanya dipendam dalam diam, bukankah cinta seperti itu membosankan? Tidak! Novel ini telah menceritakan dengan indah kisah cinta yang mengharukan ala aktifis dakwah dan ternyata kisah cinta mereka juga indah untuk dirangkai di dalam cerita. Kisah cinta yang begitu biru, penuh haru.