Resensi Novel "Eliana"

17.04 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Eliana
Penulis             : Tere Liye
Penerbit           : Republika
Tahun Terbit    : Februari 2013 (Cetakan III)
Tebal buku      : iv+519 halaman

Masa kecil akan selalu indah dikenang. Bahkan terkadang orang-orang yang sudah beranjak dewasa ingin kembali kepada masa lalunya, masa kecilnya, menjadi anak-anak (lagi). Mungkin hal itu karena masa kanak-kanak adalah masa yang bebas. Suatu masa yang mana kita belum diberi tanggung jawab banyak. Masa dimana kita bebas melalukan ekperimen apapun, bebas bertingkah sekonyol apapun, dan bebas bermimpi menjadi siapapun.
Tere Liye memiliki cara tersendiri untuk mengenang masa kecil dengan menulis novel fiksi berbentuk serial anak-anak Mamak ini. Serial Anak-Anak Mamak tersebut terdiri dari empat buah buku yakni Amelia (buku ke-1 yang terbit 2011), Burlian (buku ke-2), Pukat (buku-ke 3) dan Eliana (buku ke-4). Novel Eliana inilah serial terbaik untuk memahami kasih sayang keluarga, kesederhanaan, serta keteguhan tekad berbuat baik.
Eliana, membaca novel ini kita seperti sedang memasuki dunia baru. Dunia yang tidak pernah kita bayangkan. Dimana rasa ingin tahu, proses belajar, menyatu dengan kepolosan, kenakalan, hingga isengnya dunia anak-anak. Novel sejuta hikmah yang berkisah tentang petualangan hebat, ketika persahabatan, pengorbanan, dan pemahaman yang baik atas kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria terus melekat hingga mereka tumbuh dewasa.
Eliana adalah tokoh utama di dalam novel ini, novel dengan judul sama dengan tokoh utamanya. Eliana adalah anak sulung Mamak yang pemberani. Eliana seringkali menggantikan peran Mamak untuk mengurus ketiga adik-adiknya; Burlian, Pukat dan Amelia. Kisah Eliana di dalam novel ini tidak hanya berkisah tentang keluarga mereka. Akan tetapi juga ada kisah seru Eliana bersama tiga rekannya membentuk sebuah geng dengan sebutan “Empat Buntal”. Berempat mereka kompak, bahu-membahu melewati hari-hari seru, kejadian suka-duka, pantang menyerah. Bahkan, melawan kerakusan di kampunng kecil dengan sabuk sungai, dikelilingi hutan, dan dibentengi bukit-bukit hijau. Adalah Mamak yang membesarkan anak-anaknya dengan disiplin tinggi, tegas, akhlak tidak tercela, serta tanpa kompromi. Dan adalah Bapak yang selalu riang, memberikan teladan mellaui perbuatan, serta selalu bijak menyikapi masalah. Pendidikan langsung dari kedua orangtua hebat itulah yang membuat keempat anak-anak Mamak, salah satunya Eliana, menjadi pribadi yang istimewa dan membanggakan.
Jangan pernah membenci Mamak kau, Eliana. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta sayangnya kepada kalian.