Resensi Novel "Jasmine, Cinta Yang Menyembuhkan Luka"

17.13 0 Comments A+ a-





Judul               : Jasmine, Cinta yang Menyembuhkan Luka
Penulis             : Riawani Elyta
Penerbit           : Indiva
Tahun terbit    : April 2013
Tebal Buku      : 316 halaman

Novel ini merupakan pemenang lomba menulis novel inspiratif indiva yang digelar tahun 2010 lalu. Penulis menceritakan kisah fiksi yang tidak biasa yaitu berkaitan dengan permasalahan cyber crime dan human trafficking yang berfokus pada pelacuran belia dan penyebaran HIV/AIDS. Dua dari beberapa kasus yang fenomenanya tergolong sangat mengkhawatirkan.
Novel ini berkisah tentang Dean, salah seorang hacker yang saking jeniusnya, ia berhasil membobol rekening beberapa nasabah bank XYZ. Dean, sang prince bersama anak buahnya, menyerang sistem pelayanan pada bank tersebut. Bagi anak buah Dean, tindakan Dean tersebut amat mengherankan, untuk apa repot-repot melakukan tindakan kriminal tersebut padahal Dean berasal dari keluarga yang kaya. Tak hanya kaya, Dean juga tampan dan keren. Lantas kalau bukan karena uang, apa yang melatarbelakangi Dean melakukan cyber crime tersebut? Pertanyaan yang hanya bisa dijawab setelah membaca buku ini.
Di satu sisi, novel ini juga berkisah tentang pengidap penyakit HIV/AIDS, sebuah penyakit yang banyak orang menganggapnya penyakit kutukan bagi pelaku seks yang menyimpang. Menariknya, novel ini justru menceritakan kisah pengidap penyakit ini dari sisi lain. Tentang perjuangan beberapa pemuda yang tergabung dalam Yayasan pelita, sebuah yayasan yang secara khusus menampung dan merawat para pengidap penyakit HIV/AIDS atau yang sering disebut ODHA. Diantara pemuda yang peduli terhadap yayasan ini adalah Luthfi dan kakaknya, Jasmine. Mereka berusaha merangkul para ODHA agar memiliki semangat hidup dan rasa percaya diri yang lebih baik. Pengalaman telah mengajarkan kepada Luthfi bahwa jauh atau dekatnya rentang jarak antara AIDS dan kematian, lebih disebabkan faktor psikologis ketimbang menurunnya sistemik tubuh. Naasnya, Jasmine, kakaknya Luthfi meninggal akibat penyakit AIDS tersebut. Saking kagumnya Luthfi akan perjuangan kakaknya, ketika ia bertemu seorang gadis misterius tanpa nama yang ditampung di yayasan pelita, Luthfi memberinya nama Jasmine. Nama yang serupa dengan kakaknya.
Gadis misterius yang kemudian memiliki nama Jasmine, ternyata memiliki masa lalu yang indah bersama Dean. Mereka berdua pernah bertemu dalam kerasnya gelombang kehidupan. Sampai akhirnya, takdir Allah mempertemukan mereka kembali meski dalam situasi yang sulit. Pertemuan tersebut berujung pada sebuah peristiwa berdarah yang menyeret Dean berada di balik jerusi besi. Peristiwa seperti apakah itu? Bagaimanakah perjalanan hidup Jasmine selanjutnya? Simak kisah menarik mereka di dalam buku ini!