Resensi Novel "Jilbab Britney Spears"

12:33 AM 0 Comments A+ a-





Judul : Jilbab Britney Spears (Catatan Harian Sabrina)
Penulis Herlinatiens
Penerbit : Pustaka Anggrek
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, September 2004
Tebal Buku : x+201 halaman
ISBN 979-98844-0-3

Hey remaja gaul, gak gaul kalo kamu belom baca buku yang satu ini. Buku gokil ini adalah buku yang ditulis oleh Herlinatiens. Sebelumnya penulis buku telah menerbitkan novel yang berjudul “Garis Tepi Seorang Lesbian (Galang Press, 2003)”. Dilihat dari karya penulis sebelumnya, kita dapat menebak jenis tulisan penulis seperti apa dan ditujukan untuk siapa. Karya-karya penulis termasuk buku ini lebih cocok ditujukan kepada remaja yang beranjak dewasa, usia delapan belas tahun ke atas.
Novel ini berkisah tentang Sabrina, seorang perempuan yang tabah, yang pantang menyerah menjejaki lika-liku kehidupannya. Ia diuji dengan berbagai masalah pelik dalam kehidupannya diantaranya; memiliki Mama seorang pelacur; dia pribadi yang amat tertutup bahkan merasa terasing ditengah-tengah kerabatnya; neneknya selalu menganggap ia cucu sial yang tidak pernah ada dalam silsilah mereka dan yang paling menyedihkan adalah dia tak memiliki teman dekat seorangpun.
Setitik cahaya mampir dalam kehidupan getir Sabrina dengan kedatangan seorang gadis cerewet namun gaul abis bernama Memey. Memey dan Sabrina kemudian menjalin persahabatan yang kocak dan hubungan itu berpengaruh besar terhadap kehidupan Sabrina selanjutnya. Memey membuat kehidupan Sabrina lebih berwarna dan dinamis. Perlahan-lahan Sabrina mulai membuka diri terhadap orang-orang disekitarnya. Ia mencoba untuk bertahan dan menerima takdir kehidupannya meski itu tak mudah. Tak mudah ketika ia berharap, namun harapan itu tak sejalan dengan realita yang ada. Ketika ia menginginkan perhatian dari Mamanya, namun beliau malah mencurahkan sayang dengan anak tantenya. Ketika ia menyukai laki-laki namun laki-laki itu malah suka dengan gadis lain. Ketika ia berharap memiliki banyak sahabat namun ternyata hanya Memey yang betah berada disampingnya. Sabrina bertahan.
Petaka datang ketika Memey, sahabat yang Sabrina andalkan bertingkah aneh. Memey menghilang tanpa kabar, tanpa pesan, tanpa apapun untuk menjelaskan sesuatu. Ia begitu kesepian ditinggal sahabat baiknya itu. Akan tetapi ternyata justru sikap Memey tersebut menyingkap sebuah rahasia besar miliknya. Rahasia yang menyangkut kehidupan Sabrina juga. Rahasia yang dilematis bagi hubungan persahabatan mereka berdua. Rahasia apakah itu? Simak jawabannya di dalam novel ini.
Akhirnya, penulis mampu memancing rasa penasaran pembaca untuk membaca buku ini hingga tuntas. Terbukti karena rasa penasaran saya terhadap ending cerita, saya melahap tuntas buku ini dalam sehari. Well, kerinduan dan kesucian adalah jejak mimpi bagi setiap diri. Tapi, tak semudah melekatkan diri di tubuh. Sabrina, perempuan tabah yang ingin selalu menjejak mimpi itu, meski penuh peluh.