Resensi Novel "Ketika Tuhan Jatuh Cinta (2)"

12:54 AM 1 Comments A+ a-




Judul                : Ketika Tuhan Jatuh Cinta (2)
Penulis             : Wahyu Sujani
Penerbit           : DIVA press
Tahun terbit     : September 2012 (Cetakan VIII)
Tebal buku       : 406 halaman

Berawal dari rasa penasaran terhadap judul buku ini,”Ketika Tuhan Jatuh Cinta”, saya tertarik untuk membacanya. Saya kagum dengan penulis yang begitu apik merangkai judul. Tak pernah terbesit dalam benak saya bagaimana ketika Tuhan jatuh cinta? Akan tetapi ketika melihat judul ini saya justru penasaran, bagaimana sih ketika Tuhan jatuh cinta, seperti apakah? Rasa penasaran tersebut membuat saya terpacu membaca buku ini dari buku yang pertama hingga buku yang kedua, kurang dari seminggu. Ternyata tak hanya judulnya saja yang begitu apik, isi buku tersebut juga luar biasa, penuh hikmah. Terbukti novel ini telah tercetak delapan kali pada bulan September 2012.
Novel ini adalah dwilogi. Berkisah tentang lika-liku kehidupan dan cinta seorang seniman pasir bernama Fikri. Sosok lelaki tegar itu begitu sabar menerima ujian kehidupannya. Sepeninggal kedua orangtuanya, ia tak kenal lelah membimbing adik tersayangnya, Humaira untuk menjadi muslimah sholihah. Meskipun usahanya tidak mendapatkan hasil memuaskan tatkala adiknya malah terjerat pergaulan bebas. Akan tetapi kejernihan spiritual dan rasa kemanusiaan Fikri yang demikian menonjol membuatnya menjadi sosok manusia tangguh yang tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya.
Hikmah mengenai waktu terangkai indah dalam novel ini. Waktu adalah kehidupan. Oleh karena itu, kehidupan kita adalah waktu yang kita miliki. Maka, jika kita menyia-nyiakan waktu, berarti kita telah menyia-nyiakan kehidupan, sama artinya dengan membunuh diri kita sendiri karena nanti Allah akan menanyakan wkatu yang kita gunakan dalam hidup kita. Itu adalah salah satu hikmah dari sekian hikmah lainnya yang juga menjadi inspirasi.
Membaca buku ini sampai akhir, mengingatkanku akan buku karya tere liye yang berjudul “rembulan Tenggelam di wajahMu”. Penulis sama-sama ingin menyiratkan pesan akan cinta Ilahi dengan bahasa yang mudah dimengerti. Kira-kira seperti apakah ketika Tuhan jatuh cinta? Temukan jawabannya di dalam buku ini.

1 comments:

Write comments
Gede Bujana
AUTHOR
April 25, 2015 at 5:05 AM delete

permisi, apakah saya boleh meminjam novel KTJC 2? saya mencari buku ini namun hasilnya nihil. Saya jadi ingin tahu lebih lanjutan ceritanya setelah membaca yang pertama.

Reply
avatar