Resensi Novel "Zukhruf Kasih"

9:17 PM 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Zukhruf kasih
Penulis             : Azzura Dayana
Penerbit           : Lingkar pena
Tahun Terbit    : Maret 2009 (Cetakan I)
Tebal Buku      : 254 halaman

Berapa banyak novel islami yang berkisah tentang polemik ideologi seseorang? Apalagi agama dan ideologi, keduanya adalah sesuatu hal yang sensitif untuk dibicarakan. Berkaca pula pada masyarakat kita yang multikultural meski tak dipungkiri mayoritas masyarakatnya beragama islam. Atas nama toleransi beragama, sesuatu hal yang mendasar tersebut dikesampingkan. Jadilah, novel semacam itu menjadi sesuatu hal yang langka, berbeda dengan novel percintaan. Dan novel ini adalah salah satunya. Novel berjudul “Zukhruf Kasih” karya Azzura Dayana.
Sekilas dilihat dari cover novel ini yang bergambar muslimah berjilbab warna orange, tidak begitu mencerminkan isi novel. Dengan melihat cover, saya mengira novel ini akan berkisah tentang kisah percintaan seorang muslimah. Ternyata dugaan saya salah. Setelah membaca novel ini hingga akhir barulah saya mengerti bahwasanya novel ini berkisah tentang seorang pemuda yang dilanda kebimbangan mengenai agama yang saat itu dianutnya. Meski, tidak sepaham dengan prakiraan saya awalnya, namun saya tetap menyukai kisah di dalam novel ini karena kepiawaian penulis untuk merangkai kisah membuat pembaca larut di dalamnya.
Azzura Dayana, sang penulis novel ini, adalah salah seorang penulis yang luar biasa. Ia memiliki ciri khas dalam gaya menulisnya yakni penggambaran karakter yang kuat serta pendeskripsian tempat atau suasana cerita yang mendetail. Itulah yang membuat novel-novel karyanya mampu membuat para pembaca ikut larut dalam jalinan ceritanya. Beberapa novel karyanya yang lain adalah novel Alabaster (Gema Insani, 2004), Rumah Fosil (Gema Insani, 2005), Birunya langit Cinta (Pro-U Media, 2006), Cinta Kembar Tiga (Lingkar pena Publishing House, 2007), dan Cinta sang Penjaga Telaga (Pro-U Media, 2009).
Zukhruf, judul dari novel ini. Kata zukhruf berasal dari bahasa Arab yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “perhiasan”. Suatu kata yang indah. Suatu keindahan pula karena kata ini terdapat di dalam suatu surah di dalam Al-Qur’an, Az-Zukhruf. Sebuah surat yang di dalamnya terdapat ayat-ayat cinta dariNya yang begitu mengagumkan, hingga membuat Geo, tokoh utama dalam novel ini memutuskan suatu perkara besar di dalam hidupnya.
Geo, adalah tokoh sentral di dalam novel ini. Ia memiliki seorang ayah yang taat dalam agamanya, katholik. Dan ibunya yang seorang muslimah tapi lemah apalagi setelah ia menderita suatu penyakit yang membuatnya semakin papa. Adik bungsu Geo yakni Alsa juga seorang pemeluk agama katholik yang taat, sama seperti ayahnya. Geo sendiri juga beragama katholik namun ia mengalami keguncangan iman sejak ayahnya merekomendasikan untuk masuk seminari sembari kuliah. Keguncangan itu membuatnya “terpaksa” berhadapan dengan dua pilihan besar, yang menyangkut esensi hidupnya sebagai anak manusia.
Pilihan yang akan Geo ambil bukan tanpa resiko, sebab melibatkan banyak orang penting dalam hidupnya, Alsa adiknya, Rella, mahasiswi yang berusaha mencuri perhatiannya, dan terutama sang ibu, perempuan yang paling dia kasihi. Pilihan Geo nantinya akan membawanya pada sebuah kesadaran baru tentang nilai-nilai hidup yang selama ini dianutnya dan sudah menjadi tradisi keluarga. Sanggupkah dia menghadapi semuanya?
Inilah novel langka, novel yang mengungkap realita kecil di tengah-tengah masyarakat pluralis di negeri kita saat ini. Dimana polemik dua agama langit di angkat dan disajikan dalam sebuah kisah yang mengharukan. Novel yang menyajikan beragam hikmah, salah satunya tentang kebebasan untuk memilih agama sekaligus jalan hidupnya. Karena memang apabila suatu pasangan yang berbeda agama atau ideologi, sungguh rumah tangga tersebut berada di atas pijakan yang rapuh karena tidak satu visi, beda tujuan, beda orientasi.
Selamat menjemput Kasih Tuhan! Ketika zukhruf tak lagi sekedar perhiasan, hidayah pun menjelma jalan cinta yang paling indah.