Resensi Buku "10 Jurus Terlarang"

01.07 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : 10 Jurus Terlarang
Penulis             : Ippho “Right” Santosa
Penerbit           : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit     : Cetakan ke-10, Maret 2010
Tebal Buku      : 144 halaman

Bagi Anda yang berminat dalam dunia berwirausaha, alangkah lebih baik membaca buku karya Ippho santosa yang satu ini; 10 Jurus terlarang. Di dalam buku ini Anda akan dijelaskan secara rinsi jurus-jurus apa saja yang dilarang ketika menjalankan suatu bisnis atau aktivitas lainnya tetapi justru sebenarnya jurus terlarang tersebut adalah sesuatu hal yang MESTI DILAKUKAN. Itulah siasat dari penulis, apa yang dilarang justru itu yang ingin penulis sampaikan untuk dilakukan. Jangan heran kenapa mesti begitu? Karena itulah ciri khas orang-orang kanan, apalagi pakar otak kanan yakni sang penulis, Ippho Santosa. 10 jurus? Kira-kira apa ya?
Jurus yang pertama adalah “Mulailah dengan yang kanan”. Yup, salah satu bentuk sunnah Rasulullah pun menganjurkan kita untuk memulai segala sesuatunya dengan kanan. Makan dengan tangan kanan, memakai pakaian dengan mendahulukan yang kanan terlebih dahulu, mengemudi di sebelah kanan dan sebagainya. Pun dalam hal bisnis juga diutamakan untuk menggunakan otak kanan, karena kita ingin memulai dengan yang kanan. Bagaimanakah cara berbisnis dengan menggunakan otak kanan? Rasanya pertanyaan tersebut tidak akan saya jawab karena saya ingin Anda mencari jawabannya langsung dengan membaca buku ini.
Jurus yang kedua adalah “Rancanglah DNA sedini mungkin”. Dalam bab ini, kita diingatkan oleh penulis tentang masa kecil kita. Bahwa dahulu di masa kanak-kanak kita begitu bebas mengekspresikan impian kita, benar-benar menikmati impian kala itu. Seorang mentor penulis pernah mengatakan, seperti apa Anda nantinya bukan ditentukan oleh keadaan Anda saat ini, tetapi lebih ditentukan oleh impian Anda saat ini. Dengan kata lain, impian itu sangatlah penting. Oleh karena itu sedini mungkin, rancanglah impian. Impian yang tak hanya besar tetapi juga luar biasa karena ingatlah bahwasanya kita hicup cuma sekali. Maka manfaatkanlah yang sekali itu dengan sebaik-baiknya.
Jurus yang ketiga adalah “Terjunlah seperti RollerCoaster”. Tanya kenapa? Ada suatu lirik lagu jaman dahulu yang mana di dalam lirik lagunya tertulis, Hidup itu bagaikan rollercoaster. Bermakna, ada kalanya naik, adakalanya turun. Jadi, cara menghadapinya? It’s so simple, just like a roller coaster, so enjoy it. Nikmati saja! Ketika kita begitu berharap akan ada keuntungan berlimpah ruah terus menerus menimpa hidup kita. Secara tak sadar kita akan mengundang kekecewaan di kemudian hari tatkala kemenangan itu telah berganti dengan kegagalan. Yup, karena memang sudah sunnatullah, hidup itu berputar, ada kalanya naik, ada kalanya turun. Jadi, jangan terlalu berharap kita bakal naik terus. Begitu, jatuh, merasa sakit nggak bisa bangkit. Itu bukan mental seorang pemenang. Kegagalan adalah cambuk terbaik untuk memotivasi kita bangkit dari keterpurukan yang ada. Kegagalan juga menyimpan beragam hikmah yang justru penting bagi kehidupan kita kelak.
Tiga jurus diatas adalah beberapa contoh tiga bab pertama di dalam buku ini. Masih ada 7 jurus atau 7 bab di dalam buku ini yang tak mungkin saya uraikan satu per satu (ntar jadinya malah ringkasan bukan resensi *hehe). Jadi, bagi Anda yang penasaran dengan jurus-jurus terlarang yang lain, silahkan simak saja di dalam buku ini, dijamin asyik.