Resensi Buku "Malam Janganlah Cepat Berlalu"

10:02 PM 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Malam Janganlah Cepat Berlalu
Penulis             : Hatta Syamsuddin, Lc.
Penerbit           : INDIVA media kreasi
Tahun Terbit    : Cetakan I, Syawal 1434 H/ Agustus 2013
Tebal Buku      : 344 hlm

Potret cinta yang romantis biasanya diidentikkan dengan cinta-cinta picisan ala Barat seperti kisah Romeo dan Juliet. Padahal ada potret cinta yang lebih baik daripada itu. Cinta yang tak hanya romantis namun juga sarat hikmah. Adalah potret cinta keluarga Rasulullah. Potret romantisme dalam kehidupan rumah tangga Sang nabi dengan para istri. Sampai-sampai salah seorang istri Rasulullah, Siti Aisyah terharu saat ditanya tentang kenangannya bersama Rasulullah. Ia menjawab, “Kaana Kullu amrihi ‘ajaba (semua tentangnya menakjubkan). Seolah-olah Aisyah ra. Balik bertanya,”manakah dari pribadi beliau yang tidak mengagumkan?” begitu romantisnya Rasullullah sehingga Aisyah tidak bisa melukiskannya dengan kata-kata selain “menakjubkan!”

Memang kita jauh dari sang Nabi ddari segi ketakwaan dan aspek lainnya. Namun, bukan berarti itu menjadi halangan untuk meneladaninya. Justru ketika kita mengaku mencintai Rasulullah sudah seharusnya kita berusaha meneladani beliau dan meniru cara-cara beliau dalam menjalani setiap detik kehidupan ini. Tak hanya meneladani Rasul, bagi kita para wanita, juga akan lebih baik lagi apabila kita juga meneladani para shahabiyah dan istri Rasulullah.

Di dalam buku yang berjudul “Malam Janganlah Cepat Berlalu” ini kita akan belajar bagaimana caranya menjadikan keluarga kita seindah keluarga Rasulullah. Kita akan diajak untuk meneladani kehidupan Rasulullah setapak demi setapak. Buku karya Ustadz Hatta Syamsuddin ini terdiri dari delapan bab yakni bab; Ada Getar Berujung Mesra, Malam Janganlah Cepat Berlalu, Mentari Pelahanlah Sejenak; Ta’aruf Kedua, Berbuah Cinta Selamanya; Aku Ingin Mengenalmu Lebih Jauh; Bersama Cinta, Tiada Lagi Kesendirian; Ibadah dan Dakwah: Puncak Inspirasi Romantis Kita; Romantisme itu Butuh Kreativitas dan bab terakhir yang berjudul “Ajari Aku Tentang Cinta”.
Apa yang akan terjadi pada sepasang jiwa yang telah mengikat diri dalam sebuah janji suci bernama pernikahan? Siang hari mereka menyatukan hati. malam hari mereka menyatukan raga lewat jalinan asmara yang bernilai ibadah. Bayangkan sebuah percintaan yang juga berpahala! Begitu indahnya sampai-sampai sebuah syair terucap dari bibir mereka,”Malam, janganlah cepat berlalu. Mentari perlahanlah sejenak.”
Akan tetapi, sayangnya tidak semua pasangan berhasil mencecap keindahan itu. Apalagi menjadi romantis kadang dinilai menjadi sesuatu hal yang berlebihan, padahal Rasulullah sendiri adalah manusia paling romantis sepanjang masa.
Di buku yang luar biasa ini dipaparkan dengan blak-blakan 40 inspirasi romantis dari rumah tangga nabi. Ya karena untuk menjadi bahagia, sebenarnya tak perlu membutuhkan banyak biaya. Cukup dengan membangun romantisme di rumah kita bersama dia yang kita panggil “CINTA”.