Resensi Novel "Bulan Tak Purnama"

17.17 0 Comments A+ a-




Judul Buku      : Bulan Tak Purnama
Penulis             : Ahmad Basri Afandi
Penerbit           : Qish-U
Tahun Terbit    : Cetakan kedua, Maret 2007
Tebal buku      : 274 halaman

Novel tentang cinta, selalu saja tak bosan untuk dibaca. Setiap ceritanya mampu mengusik emosi para pembaca, tak terkecuali novel yang satu ini, Bulan Tak Purnama. Novel yang berkisah tentang percintaan yang sempat terhempas karena belum diijinkan olehNya. Cinta mereka lalu pergi, pergi untuk tak bersua lagi. Pergi untuk meraih cintaNya yang lebih suci. Lalu, apakah cinta mereka akan bersua kembali? Ataukah mereka justru menemukan bentuk cinta yang lain karena mereka tidak berjodoh, kalau iya siapakah penggantinya?

Ah Cinta, sungguh misteri kiranya. Kita tidak mampu menebak siapa jodoh yang Ia pilihkan untuk kita. Memang benar janji Allah di dalam Quran bahwasanya lelaki yang baik untuk wanita yang baik begitu spula sebaliknya. Akan tetapi tak banyak pula wanita baik-baik yang mendapatkan seorang suami tak baik atau sebaliknya. Menjadi ujian bagi sang istri memiliki suami seperti itu. Jodoh memang misteri.

Ini adalah kisah tentang hubungan Dani dengan Aisya. Hubungan yang berawal dari ta’aruf namun ternyata malah berujung dengan pacaran. Miris sekali. Hubungan antara sesama aktivis akwah yang mana mereka sama-sama tahu bahwa pacaran itu dilarang dan termasuk mendekati zina. Namun, apa mau dikata, mereka sudah terlanjur menyemai benih-benih cinta dan merasa nyaman dengan perasaan itu. Terbuai oleh hawa nafsu.

Waktu berganti, hubungan pertemanan ilegal tersebut akhirnya diketahui oleh teman-teman Aisya sampai akhirnya hampir semua teman-teman di LDK (lembaga Dakwah Kampus) yang ia ikuti mengetahui perihal tersebut. Tentu saja Aisya panik, merasa bersalah. Tak hanya Aisya, Dani juga. Dani merasa bersalah dengan Rais, salah seorang sahabat karibnya yang mengenalkan ia dengan Aisya sewaktu ta’aruf dahulu. Karena tak kuasa dengan kondisi yang makin membingungkan tersebut, Dani memutuskan untuk menemui kakaknya Aisya, Kak Hasan untuk melamar Aisya. Langkah ini diambil Dani agar ia tak terbebani dengan dosa yang telah ia lakukan bersama Aisya. Namun sayang, Kak Hasan menolak lamaran untuk adiknya tersebut dengan alasan Aisya masih kuliah dan Dani belum bekerja. Kak Hasan merasa Dani masih labil dan belum pantas menjaga Aisya. Malahan, kak Hasan menyuruh Dani dan Aisya untuk memutuskan hubungan mereka. Hubungan yang belum halal tersebut.
Dilema. Dani kemudian memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bekerja. Bagaimanakah kiranya akhir hubungan mereka? Apakah takdir cinta mereka membuat mereka kembali atau justru menemukan cinta masing-masing setelah berpisah sekian waktu? Lagi, lagi jodoh adalah sesuatu hal yang misteri.

Novel yang mengagumkan, sarat akan hikmah di dalamnya. Tak hanya terselip puisi karya sang penulis, namun juga banyak terselip ayat-ayat cinta Allah yang ada di dalam Quran yang disematkan di dalam novel ini. Bagaimana seharusnya kita menyikapi cinta kepada lawan jenis? Belajarlah tentang cinta melalui buku ini.