Resensi Buku "La Tahzan untuk Hijabers"

07.05 0 Comments A+ a-




Judul               : La Tahzan untuk Hijabers
Penulis             : Denidya Damayanti
Penerbit           : Araska
Cetakan           : 1, Juli 2013
Tebal               : 172 Halaman

Menutup aurat adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh seorang wanita muslimah. Siapapun wanita yang mengaku beragama islam, wajib melaksanakan kewajiban tersebut. Akan tetapi kenyataannya di masyarakat, masih banyak wanita muslim yang belum sempurna menutup aurat. Bahkan mengenai hukum wajib memakai jilbab pun masih banyak dilanggar. Dengan berbagai alasan dikemukakan untuk menghindar dari kewajiban ini. Bahkan di era sekarang di Indonesia sendiri, di suatu negara yang mayoritas penduduknya muslim. Masih ada saja orang-orang yang melarang pemakaian jilbab, sebut saja kasus petinggi Polri yang terang-terangan melarang polisi wanitanya untuk memakai hijab. Ironis!
Penulis buku ini, Denidya Damayanti, mengajak para pembaca untuk menyelami kisah-kisah para hijabers yang istiqomah untuk memakai hijab (berjilbab). Diharapkan melalui buku ini dapat memotivasi pembaca muslimah untuk senantiasa menjaga auratnya dengan berhijab. Mengutip kata-kata yang ada di sampul buku ini, “Jangan bersedih, karena bersedih hanya akan membuatmu lemah dalam beribadah, membuatmu malas untuk berjihad, membuatmu putus harapan, mengiringimu untuk berburuk sangka (Dr.Aidh Al-Qarni).”
Hikmah dalam buku ini disampaikan dengan cara yang tidak menggurui. Bagi yang belum berhijab atau berjilbab, buku ini mampu dijadikan motivasi agar yakin menggunakan hijab. Sedangkan bagi yang sudah berhijab, buku ini dapat dijadikan teman untuk menguatkan diri senantiasa berhijab atau mengenakan jilbab.
Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama berisi tentang mengupas tentang seluk beluk kewajiban berjilbab disertai dengan pendapat ulama yang semakin memperkuat alasan untuk memakai jilbab. Di bagian pertama buku ini juga dijelaskan beberapa alasan wanita yang tidak atau belum mau mengenakan jilbab yang disertai dengan argumen bantahan dari alasan-alasan tersebut. Bagian kedua buku ini terdiri dari kisah-kisah aktris atau public figure yang senantiasa berhijab. Berkisah tentang mantan artis-artis seksi yang kini berhijab, berkisah tentang perubahan dewi sandra setelah berhijab dan sebagainya. Unik dan menarik. Pada bagian ketiga buku ini hampir sama dengan bagian kedua, sama-sama terdiri dari kisah inspiratif para hijabers. Bedanya kalau di bagian ketiga diisi oleh kisah-kisah bukan dari public figure, contohnya kisah perempuan yang gila pesta yang akhirnya masuk islam dan mengenakan hijab. Bagian terakhir atau bagian keempat berisi tentang tutorial praktis cara mengenakan hijab syar’i.
Dilihat dari segi isi dan bahasa yang digunakan penulis dalam buku ini dapat dikatakan bagus dan patut diacungi jempol. Hanya saja masih terdapat kekurangan yakni pada bagian terakhir buku ini. Pada bagian keempat yakni tentang tutorial berhijab, tidak disertai dengan gambar-gambar bagaimana cara pemakaiannya sehingga dapat membuat pembaca menjadi bingung.
Secara keseluruhan, buku ini layak diapresiasi, terutama untuk kamu hijabers, wajib baca buku ini! Sebuah buku yang akan memotivasi kamu untuk senantiasa berhijab. La tahzan untuk Hijabers yang dirindukan Surga.