Resensi Buku "Surga di Depan Mata"

18.11 0 Comments A+ a-




Judul buku       : Surga Di Depan Mata
Pengarang        : Habib Noval bin Muhammad Alaydrus
Penerbit           : Mizania
Tebal                : 146 Halaman
Cetakan           : 1, November 2014

Rasulullah pernah bersabda, “Temuilah Allah dengan berbakti kepada orangtuamu. Jika engkau melakukannya, samalah dengan engkau berhaji, berumrah dan berjihad (HR Al-Thabarani). Masya Allah, dari hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa keutamaan berbakti kepada orangtua itu besar sekali. Bahkan ada hadis lain yang mengatakan bahwa keridhaan Allah sangat bergantung pada ridha orangtua.
Habib Noval, sang penulis merupakan Pengasuh majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah di Solo. Beliau juga dikenal aktif sebagai da’i yang gemar berdakwah kepada kalangan masyarakat awam yang masih rendah pemahaman agamanya. Niat dakwah bil qalam atau dakwah dengan pena, lalu ditulislah buku ini.
Buku berjudul Surga di Depan Mata ini begitu menginspirasi. Terdapat tiga bagian dalam buku ini yakni (1) Kasih Ibu Tak Berbatas, (2) Ayah sang Pengayom dan (3) Anak-Anak Penyejuk Hati. Di dalam buku ini terdapat banyak kisah-kisah inspiratif yang memotivasi kita untul lebih menghormati dan menghargai orangtua serta anak-anak kita. Sumber kisah yang ditulis di dalam buku ini berasal dari berbagai buku dan berbagai tulisan yang beredar di internet.
Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh maraknya realita sosial bahwa hubungan orangtua dan anak seringkali ditemukan tidak harmonis. Begitu banyak anak yang durhaka sementara disisi lain, banyak pula orangtua yang tidak begitu memperhatikan kondisi sang anak. Keadaan tersebut sungguh ironis. Oleh karena itu, Habib Noval mengumpulkan tulisannya dan merangkaikannya dalam buah pena buku ini. Penulis juga berusaha untuk memotivasi pembaca dalam melakukan amalan utama tersebut, berbakti kepada kedua orangtua. Benar kata penulis, Orangtua adalah Surga di Depan Mata.
Tak ada gading yang tak retak. Pun dalam penulisan buku ini juga terdapat kelemahan. Kelemahan di dalam buku ini adalah adanya beberapa tulisan yang tidak tertulis nama penulis aslinya terutama kisah-kisah yang diambil dari blog. Hal ini menjadi pertanyaan apakah tulisan tersebut benar adanya dan apakah dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dari kisah tersebut, entahlah.
Akhir kata, kisah-kisah di dalam buku ini mampu menginspirasi pembaca. Kumpulan doa-doa untuk kedua orangtua menjadi nilai tambah buku ini. Tertarik? Baca saja.