Resensi Buku "Jangan Sadarkan Mahasiswa"

03.22 2 Comments A+ a-




Judul               : Jangan Sadarkan Mahasiswa
Pengarang       : Chio
Penerbit           : Anomali
Cetakan           : 3
Tebal               : 144 halaman

Satu lagi, karya monumental dari Chio yakni buku yang berjudul “Jangan Sadarkan Mahasiswa”. Setelah sebelumnya dia telah sukses merangkai karya buku berjudul “Jangan Sadarkan Cewek dan  “Jangan Sadarin Jilbaber”. Identitas sang penulis, Chio, dalam buku ini tidak diketahui, abstrak. Tetapi justru inilah ciri khas buku-buku terbitan “Anomali”, Lucu, unik dan menggelitik.
Sama seperti buku yang dia tulis sebelumnya, buku ini mengkritisi apa yang tertulis di dalam judul buku, dalam hal ini mahasiswa. Segala hal tentang mahasiswa dikupas tuntas dalam buku ini. Tentu saja membahas tentang realita kehidupan sosial mahasiswa secara gamblang denagn gaya bahasa Chio yang unik menggelitik. Membaca buku karya Chio mampu mengacak-acak emosi kita. Apalagi dengan beragam informasi di buku ini yang membuat kita sadar dan merasa dibodohi. Tetapi ini justru bagus karena telah mengajak pembaca untuk berpikir kritis ditengah kenyataan hidup manusia Indonesia yang apatis. Seru sekali.
Buku ini terdiri dari 19 bab; Prolog, Mukadimah, Mahaiswa Kaca, Mulai Bergerak, Aksi, Tugas Mahasiswa, Organisasi dan Pemikiran, Klasifikasi, Awas Mahasiswa!, Anak Kampus Baru!, Mapala, Wisuda Mati, Satu Lagi Gila Satu, Pena Darah, Kehidupan Adalah Universitas Mereka, Mahasiswa Pahlawan, Anak-Anak Badaiotak di buku ini, Eilog Monolog dan Epilog.
Daya tarik dari buku ini salah satunya adalah kisah pembuka di bab-bab awal dalam buku ini. Penulis menceritakan kisah kehidupan mahasiswa di era tahun 60-an. Dikisahkan, saat itu Negeri masih mempunyai sedikit universitas, namun kualitas universitas beserta mahasiswanya begitu luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa dari negeri tetangga yang belajar kesitu. Saat itu mahasiswa adalah mereka yang berusaha mengerti apa yang dimaui masyarakat kecil, bergerak dalam pergerakan demi menuntut kebutuhan rakyat yang tertindas, yang mencoba mengkritisi semua kebijakan pemerintah dan dengan semangat muda! Meski demikian sibuk dengan organisasinya dalam perkuliahan, mereka beneran mendapat ilmunya, bukan sekedar nilai dan IP. Memang tidak sedikit mahasiswa yang masa kuliahnya lama, nggak heran dengan angka 8-10 tahun baru lulus. Tapi biasanya mereka sambil kuliah juga memperluas link, jaringan dan mencoba mencari tambahan dana buat kuliah. Lebih hebatnya lagi, saat itu untuk pertama kalinya mahasiswa Negeri ini mampu meruntuhkan rezim.
Sayang sekali, keadaan mahasiswa saat itu sungguh bertolak belakang dengan kondisi mahasiswa saat ini yang dalam bahasa Chio, “mahasiswa ditidurkan”. Proses peniduran mahasiswa dilakukan oleh rezim penguasa dalam dunianya, dunia intelektual, dunia pendidikan. Di bab-bab selanjutnya, Chio banyak memaparkan realita kehidupan mahasiswa dengan bahasa khasnya, bahasa ajakan yang menjerumuskan. Seperti contohnya dalam tulisan dengan sub bab Idealisme halaman 93, berikut ini:

Idealisme?
Jangan kuliah sesuai idealisme kawan!
Kalian kan terus ketakutan dengan sebuah nama yang berjudul tanggungjawab. Baru disentil dikit sama orangtua, udahlah langusng nyerah buat ngikutin kemauan orangtua kuliah di jurusan yang dibilangnya bakalan prospek
Ayolah, kuliah aja yang bisa menjadikanmu mati sebelum mati itu sendiri . Menjadi manusia rutinitas yang bukan tidak tahu lagi kenapa kamu mengerjakan sesuatu itu!

Tidak ada yang sempurna di dunia ini sahalnya dengan buku ini. Kekurangan dari buku ini dapat dilihat dari struktur kalimat dan bahasanya yang kacau (atau memang sengaja dibuat kacau?). Dalam satu kalimat seringkali terdapat banyak objek sehingga membuat pembaca terkadang bingung untuk memahami.  Akan tetapi secara garis besar, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. Apalagi untuk kamu yang menyandang status sebagai mahasiswa.

2 komentar

Write komentar
mainblog2
AUTHOR
4 Februari 2017 01.02 delete

izin saya copas ke mari ye :D

Reply
avatar
mainblog2
AUTHOR
4 Februari 2017 01.02 delete

https://www.facebook.com/penerbit.anomalidua
akun resmi anomali

Reply
avatar