GURU

6:33 AM 0 Comments A+ a-




Akhir-akhir ini marak berita tentang penganiayaan seorang guru.
Di kota kecil di sudut pulau Jawa, ada seorang murid yang memukul gurunya hingga meregang nyawa.
Alasan sepele yang dibesar-besarkan, murid yang tak mau ditegur untuk suatu kesalahan.
Kasus yang kemudian beruntut panjang, membuka tabir tentang moralitas remaja dan realita pendidikan.
Pendidikan yang seharusnya memanusiakan manusia tetapi ini malah ada berita siswa bertindak di luar batas kemanusiaan.
Bukan maksud menyalahkan sesiapa hanya ingin bersuara.
Dari sudut pandang sang guru honorer yang menjadi korban.
Sedikit cerita perjalanan untuk kemudian menjadi guru itu tak mudah.
Seorang calon guru harus menempuh studi 4 tahun untuk menjadi sarjana kependidikan
Lalu jika memilih mengabdi di sekolah itu akan menjadi tahun-tahun perjuangan dengan status baru sebagai guru honorer.
Guru honorer itu bukan profesi tetapi pengabdian. Kenapa? Bisa bayangkan dengan beban tugas yang sama layaknya guru PNS tetapi dia memperoleh gaji pas-pasan dibawah standar gaji UMR. Enam ratus ribu untuk sebulan.
Beban tugas guru yakni membuat serangkaian perangkat pembelajaran mulai dari RPP, program tahunan, program semester, mempersiapkan soal ujian dan sebagainya.
Pun jika pekerja lain pulang tanpa beban guru bisa lembur berjam-jam di rumah untuk mempersiapkan bahan presentasi di depan kelas.Bisa jadi itu makanan setiap hari selama jam kerja seorang guru.
Lalu dengan pengorbanan guru sebegitunya dibalas dengan penganiayaan siswanya, ini apa? Miris sekali.
Apa mungkin pendidikan ini lupa untuk mengajarkan adab sebelum menuntut ilmu.
Bahwa ada etika berhadapan dengan seorang guru bukan hanya menganggapnya sepintas lalu.
Pendidikan tak serta merta tentang akademisi tetapi juga tentang akhlak. Tentang bagaimana bersikap.
Ini akan menjadi tugas bersama, juga orangtua bukan hanya para guru saja.
Kasus penganiayaan guru ini menjadi evaluasi bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki.
Kasus ini mungkin salah satu dari sekian kasus yang ada yang muncul ke permukaan tetapi di dasarnya masih banyak kasus yang sama.