TIPS MENAKLUKAN SKRIPSI AGAR CEPAT KELAR

6:47 AM 0 Comments A+ a-


 
Skripsi merupakan momok yang menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Apalagi mendengar cerita para kakak tingkat yang putus asa menghadapi skripsi. Judul ditolak dosen, revisian berkali-kali, ditinggal dosen ke luar negeri, penelitian kesana kemari adalah bayangan yang muncul dalam benak tatkala berbicara tentang skripsi. Memang benar, berjuang menaklukan skripsi itu tak mudah. Maka, tak heran apabila banyak yang butuh waktu satu tahun bahkan ada yang sampai dua tahun skripsinya tidak selesai-selesai. Benar kata bapak Anis Baswedan, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Oleh karena itu disini, penulis akan sedikit berbagi, berdasarkan referensi dan pengalaman pribadi. Bersyukur, penulis menyelesaikan skripsi dari awal sampai di-acc dosen untuk sidang membutuhkan waktu sekitar enam bulan atau satu semester.
1.      Berdoa
Banyak-banyak berdoa dari awal proses membuat skripsi, di tengah perjalanan sampai di tahap akhir. Bahkan kalau perlu minta didoakan orang lain terutama orangtua kita. Ridho Allah kan ridho orangtua, iya kan?! Sebab bisa jadi, sukses itu bukan semata usaha kita, tetapi lebih karena Allah yang memudahkan urusan-urusan kita. Skripsi itu ibarat kayak nunggu jodoh, kita tidak tahu kapan akan dipertemukan dengan akad pendadaran sampai perayaan wisuda. Bahkan meski kita sudah merencanakan secara matang sekalipun, kehendak Allah yang berkuasa, jadi jangan lupa berdoa.
2.      Punya Motivasi
Buat Alasan mengahapa harus selesai cepat? Kalau perlu dikomunikasikan dengan dosen pembimbing kita. Jadi sewaktu kita bosan dengan skripsi, dosen pembimbing turut mengingatkan kita tentang motivasi awal menyelesaikan skripsi setiap kali bimbingan. Sekedar contoh motivasi saya menyelesaikan skripsi adalah agar tidak membebani orangtua dengan biaya perkuliahan di semester selanjutnya apabila kuliah saya molor gegara skripsi. Apalagi sistem pembayaran kuliah mulai dari mahasiswa angkatan 2013 menggunakan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal). Jadi, beban biaya semester mahasiswa tingkat akhir sama dengan biaya semester ketika masih kuliah. Padahal realitanya, mahasiswa tingkat akhir sudah tidak kuliah dan hanya mengerjakan skripsi, sayang uangnya kan ya?!
3.      Cari Tema yang Mudah Diteliti
Wahai mahasiswa jangan terlalu idealis. Masa-masa akhir perkuliahan justru membuat kita berpikir lebih realistis termasuk dalam mengerjakan skripsi. Skripsi tidak harus sempurna. Toh yang membaca skripsi kita hanya dosen dan orang yang penelitiannya serupa dengan skripsi kita. Selebihnya? Mengendap di perpus. Tak lebih. Jadi, tentukanlah tema yang mudah diteliti. Tema penelitian yang rasional untuk dikerjakan dengan mempertimbangkan kemampuan dan target lulus kita.
4.      Buat Rencana
Rencanakan target lulus seawal mungkin. Jadi semisal tidak tercapai target lulus 3,5 tahun padahal sudah berusaha, lulus 4 tahun pun tak masalah.Jadi buat rencana sebaik mungkin, tetapi juga siapkan hati yang lapang untuk menerima kondisi yang bisa jadi tidak sesuai realita di kemudian hari. Tentukan target lulus, buat rencana tiap minggu kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk menunjang penelitian skripsi.
5.      Pilih Dosen Pembimbing
Kenali setiap dosen di jurusan kuliah. Apakah beliau tipikal dosen yang cermat dalam meng-koreksi? Apakah beliau tipikal dosen yang cekatan? Jika iya, beruntunglah. Kriteria dosen seperti itu sangat membantu mahasiswa untuk menyelsaikan skripsinya: cekatan, cermat dan aktif. Cekatan dalam mengkoreksi kadangkala disesuaikan dengan mahasiswanya. Jadi jika kita cepat mengedit skripsi kita dan aktif menemui beliau, dosen juga akan melakukan hal yang sama. Dosen melihat kesungguhan kita dalam mengerjakan skripsi alhasil beliau juga berusaha untuk cekatan mengkoreksi skripsi kita. Dosen yang cermat membuat kita tidak kebingungan dalam mengedit skripsi. Justru dengan banyaknya coretan, kita tinggal mengedit sesuai arahan dosen. Coba bayangkan kalau skripsi kita justru bersih dari coretan padahal masih kebingungan dengan metode penelitian dan sebagainya. Dosen yang aktif akan membantu mengarahkan mahasiswanya. Ia tak sungkan diajak mahasiswanya konsultasi tak hanya secara tatap muka tetapi juga lewat media sosial.
6.      Cari Teman Seperjuangan
Ada pepatah, orang cerdas belajar dari kesalahannya sendiri sedangkan orang bijak belajar dari kesalahan orang lain. Jadi, supaya sama-sama bisa belajar dan ada tempat untuk berbagi, perlu kiranya mencari teman seperjuangan. Teman seperjuangan ini tak hanya satu bahkan lebih. Teman sesama dosen pembimbing, teman sesama tema penelitian, dan sebagainya. Teman sesama tema penelitian terutama kakak tingkat akan membantu kita dan sebagai tempat bertanya apabila ada hal-hal dalam penelitian yang tidak dipahami.
7.      Refreshing
Jangan membuang waktu untuk meng-galau tentang skripsi. Nikmati aja. Buat skripsi menjadi hal yang menyenangkan dengan mengubah mindset. Atur tata ruang belajar atau cari tempat yang nyaman di luar rumah untuk mengerjakan skripsi. Bisa juga dengan membuat folder lucu khusus untuk skripsi, jadi dibuat nyaman. Jika memang sudah bosan, cari hiburan yang tidak melalaikan. Jadi, hiburan dikala skripsi juga perlu dipertimbangkan, sebab jika terlalu asyik bermain nanti jadi lupa untuk mengerjakan skripsi lagi. Hiburan yang tidak menyita waktu sampai berhari-hari jadi cukup beberapa jam saja. Jangan pergi keluar kota, jangan mendaki gunung, jangan disambi kerja fulltime untuk pelarian dari skripsi. Jangan dulu, semua ada waktunya.
8.      Fokus dan Lakukan yang Terbaik
Akselerasi itu butuh fokus. Jadi sementara waktu hindari hal-hal yang tak perlu. Media sosial dimanfaatkan dengan bijak jangan sampai membuat kita lalai. Tekankan pada diri sendiri untuk tidak tergoda dengan apa-apa yang ada di luar rencana. Fokus dan lakukan yang terbaik.
Semangat berjuang! Skripsi semakin cepet kelar, semakin cepat bisa berbuat banyak untuk orang lain, iya kan?!